Pelaksanaan Kata-kata

105

©MY180619

”Kesadaran Adalah Matahari, kesabaran adalah bumi, keberanian menjadi cakrawala, dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata”. (WS Rendra. Depok, 22 April 1984)

Ingat revolusi merah? Berapa banyak komunis yang mengorbankan diri mereka? Berapa lama Lenin di penjara?

Mari kita lihat bagaimana orang-orang memperjuangkan keyakinan yang bahkan tidak sedikitpun menyelamatkan manusia dari api neraka.

Lihatlah bagaimana para pejuang demokrasi barat dan timur mati-matian membuat Konvensi Internasional, UU Ratifikasi, Kesetaraan LGBT, pengadilan HAM, Sistem Riba, dan lain-lain.

Apakah anda mengira itu ditegakkan dengan main-main? Apakah mereka hanya dengan teriak “REVOLUSI !!!” lalu saat fajar terbit perubahan sudah terwujud?

Mereka begitu bersemangat dan berdarah-darah, lalu bagaimana dengan kita?

Montesqueau, John Lock, JJ. Russou, John Liel dll, butuh tiga abad berturut-turut untuk keluar dari doktrin gereja yang bertentangan dengan akal fikiran dan ilmu pengetahuan.

Masa sebagai muslim kita mudah lelah? Padahal:

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kadar kesanggupannya”. (QS Al Baqarah: 286)

Bruno dibunuh, Copernicus dipenjara, Galileo disiksa. Mereka memperolehnya dengan pengorbanan darah, tulang belulang, dan para pemikir. 300.000 orang dibunuh algojo dan dinas Intelijen, 30.000 diantaranya dibakar hidup-hidup.

Begitulah para pengikut nafsu dunia mereka pun dengan keras berjuang.  Masa anda mau jadi penyumbang daftar panjang pembuat alasan ketika diminta berdakwah?

Padahal bebas utang riba, membela hak di pengadilan, mejalankan syariat itu kelak untuk dirinya lho? Gitu aja nggak punya waktu, nggak berani, ogah berkorban, atau….ah sudahlah.

“Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu berharap”. (QS Al Insyirah: 8)

Pengadilan adalah forum tamasya kecil kita, tidak ada darah yang tumpah, tidak ada intimidasi, tidak ada gas dan air mata. Itu adalah praktek dari ‘BERSAHABAT DALAM DAKWAH’ yang sering kita jargonkan. Walaupun hanya remahan kecil dalam perjuangan,  kita tidak akan pernah lemah dan sedih.

”Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang orang yang paling tinggi derajatnya jika kamu beriman”. (QS Al Imran : 139)

Para pengolok-olok berkata, apakah Allah tidak mampu sehingga hukum-Nya harus ditegakkan oleh kita, apakah Allah butuh tentara, mana SK pengangkatannya?

Semoga Allah mengampuni…

Bahkan jika seluruh bumi ingkar dan tidak menyembah kepada-Nya, kekuasaan dan keagungan Allah tidak akan berkurang sedikitpun.

Hukum Allah ditegakkan karena kita butuh aturan ‘ori’, bukan kaleng-kaleng, agar carut-marut kehidupan manusia bisa teratasi.

Siapa diantara kita yang meragukan orisinalitas dari quran, siapa yang tidak yakin dengan kebenaran quran, siapa yang masih ragu menerapkannya dalam kehidupan?

”Hendaknya mereka memenuhi perintah Ku dan hendaklah mereka yakin kepada Ku agar selalu berada dalam kebenaran”. (QS Al Baqarah: 186)

Lalu mengapa bersemangat mempercayakan aturan selain aturan tuhan? Bahkan terombang-ambing dalam aturan yang diciptakan makhluk tersebut?

Ketika ujian dan tantangan itu hadir di depan mata, sebagai muslim pantang berpaling, haram bergeser, karena itu kekufuran.

“Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus dari rahmat Allah melainkan orang-orang yang kufur”. (QS Yusuf: 87)

Apakah dengan keyakinan yang maha dasyat itu kita pasti menang?  “Sesungguhnya Allah bebas melaksanakan kehendak Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu menurut takarannya”. (QS. Ath Thalaq: 3)

Bagaimana jika kita dikalahkan?  Mungkin karena kurang ilmu, kemiskinan, atau memperturutkan nafsu?

”Bersabarlah kamu dan kuatkkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu menang”. (QS. Al Imraan: 200)

Karena sesuai janji Allah: ”Berdoalah kepada ku pastilah aku kabulkan untukmu”. (QS Al Mukmin: 60)

Jadi ketika ‘gelap’ menyelimuti, titipkan saja pada langit malam, sampai cahaya pagi melebur dalam ribuan asa. Sesuai firman Allah:  “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. Al Insyirah: 5)

Wallahua’lam bissawab.

✍ Education For All