Mencari Makna Usaha Kita

520

Tugas pemilik bisnis yang paling utama adalah mencari makna dari setiap pekerjaan yang akan menjadi sumber energy bagi tim – Ust. Samsul Arifin
The meaning of business, makna dalam setiap pekerjaan dalam perusahaan Anda sangat menentukan keberhasilan eksekusi. Demikian salah satu point yang mengemuka dari paparan Ust. Samsul Arifin, dalam event “Execution Strategy” hari kedua yang diadakan di IPB Convention Centre, Bogor.

Event platinum yang dipersembahkan oleh #SyaREAWorld dan #MasyarakatTanpaRiba ini dikuti oleh lebih kurang 300 pengusaha Muslim dari seluruh Indonesia. Event berlangsung selama 3 hari, dimulai sejak Selasa (26/3) dan akan berakhir pada Kamis (28/3) malam.

Menurut Ust. Samsul, pada dasarnya ada 4 level pecapaian perusahaan yang bisa memberikan kepuasan dan sumber energy baik bagi orwner maupun para karyawannya. Pada tahap awal, sumber energy mungkin berupa pencapaian materi (keuntungan). Level selanjutnya pada kemanusian. Setingkat di atasnya adalah moral, dan pencapaian tertinggi adalah level spiritualitas.

“Maka tugas business owner yang paling utama adalah mencari makna dari setiap pekerjaan, yang menjadi sumber energy bagi tim,” ujarnya.

Pencarian makna dalam pekerjaan, sangat penting untuk menentukan keberhasilan eksekusi. Jika semua impian, rencana dan program sudah dijalankan secara rapi dan sesuai pada jalurnya namun eksekusi tetap kurang membuahkan hasil, Ust. Samsu menyarankan untuk melakukan evaluasi.

“Jangan-jangan maknanya baru level paling bawah, yaitu sekadar mencari uang atau jalan-jalan ke luar negeri,” ujarnya mengajak berfikir.
Level tertinggi tentu saja pencapaian yang berorientasi secara spiritualitas. Yaitu ketika uang bukan lagi menjadi sumber energy dari jalannya usaha tapi keberkahan. “Pada level ini, laju tim sudah tidak bisa dihentikan kecuali kematian,” lanjutnya.

Ust. Samsu mengajak agar kita senantiasa berorientasi pada makna tertinggi dari usaha kita. Yaitu agar bisa berkembang menjadi perusahaan Muslim yang membanggakan, lepas dari cengkeraman ekonomi kapitalis dan secara spiritual bisa menjadi hujjah atas keberadaan kita di dunia. ***