Hemat Pangkal Miskin

77

©Prof. Dr. Oz MTR.

Dari kecil kita diajarkan untuk menjiwai pepatah “hemat pangkal kaya.” Tapi di Masyarakat Tanpa Riba (MTR), kredo itu tidak berlaku.

Dalam Islam,  kita justru diwajibkan menyisihkan sebagian harta untuk zakat fitrah dan mal, menolong agama Alloh dan sesama manusia dengan infaq dan sodaqoh. Tujuannya untuk menolong orang lain dan menghapus jurang kemiskinan.

Analoginya begini, kalau diminta hemat dalam berbisnis,  apa bisa bisnis kita bisa berkembang ?

Coba bayangkan jika ada lampu di outlet mati dan  kita biarkan saja,  apa yang akan terjadi ?  Padahal outlet kita biasa terang- benderang. Orang banyak mampir karena tempatnya  nyaman dan terang.

Atau juga kalau AC dimatikan atau baru dinyalakan saat customer datang. Tujuannya untuk penghematan. Tapi akibatnya,  customer yang datang masih harus kipas-kipas mengusir sisa panas. Jangan sekali-kali lupa, kenyamanan customer adalah prioritas. Kalau pelanggan enggan datang, bisnis bisa tenggelam.

Persaingan semakin keras.  Outlet modern bermunculan dengan disain  menarik. Lighting menjadi prioritas dalam pencahayaan display.  Percayalah, outlet bisnis yang didesaian cantik dengan pencahayaan menarik, akan banyak menarik pelanggan.

Inilah adalah mengapa tidak disarankan berhemat dalam berbisnis. Karena bisnis yang berkembang, akan bisa memenangkan customer lebih banyak lagi, dan efektif untuk meraup keuntungan yang lebih banyak pula.