Oleh : Ardie Yans

Seperti biasa pagi tadi saya berangkat kekantor daerah bantarjati bogor utara.

ada beberapa warung nasi yang membuat hati ini geram, karena mereka tidak malu-malu makan, minum, ngopi dan ngerokok disiang hari layaknya dibulan-bulan biasa bahkan itu dilakukan diluar warung tersebut.

Rosulullah SAW bersabda :

“dineraka nanti ada sebagian kaum yang mulut mereka robek dan dari robekan itu mengalir darah.

Sahabat bertanya : Siapa mereka wahai rosulullah.

Rasulullah menjawab : mereka adalah orang orang yang berbuka (membatalkan puasa) sebelum tiba waktunya (HR. Imam An Nasa’i)

Kenapa kondisi seperti ini bisa terjadi ?

Ini semua akibat dari paham sekulerisme (Memisahkan agama dari kehidupan) yang dianut oleh negeri ini, Seolah perbuatan seperti itu boleh saja dilakukan selama tidak mengganggu orang lain.

Padahal Al-Qur’an memerintahkan untuk menyeru kepada yang haq dan mencegah kepada kemungkaran.

Lihatlah wahai saudarku ini semua buah yang dihasilkan dari sistem yang buruk (Liberalisme kapitalisme & Sekulirisme ) Yang terangkum dalam DEMOKERASI.

Padahal kita sama2 memahami siapa saja yang diam ketika melihat kemungkaran maka dia adalah setan bisu !

Relakah anda menyandang status dari Allah SWT sebagai Setan Bisu ? Saya rasa tentu tidak.

lantas siapa yang harusnya bertanggung jawab atas berbagai kemungkaran yang saat ini terjadi ?

Itu baru satu kasus saja, belum lagi tempat-tempat hiburan malam yang dilegalkan, prostitusi yg dianggap sebagai profesi, pergaulan bebas, Riba, kasus gangster yang dilakukan remaja, Pembunuhan, LGBT, korupsi dll.

disaat ummat islam atau ormas islam bertindak dalam rangka amar ma’ruf nahi mungkar selalu disalahkan, bahkan mereka tidak segan-segan memenjarakan para aktivis dan ulama dengan status hukum yang tidak jelas.

masih ingatkah anda kejadian ditahun lalu saat ormas islam yang sangat konsen dalam memberantas kemungkaran & teguh dalam memperjuangkan keadilan serta memiliki solidaritas yang tinggi terhadap bangsa ini, dituduh sebagai ormas yang radikal.

Ormas Islam tersebut mensweaping warteg yg jelas-Jelas menjual makanan kepada orang yang seharusnya berpuasa, tentu secara syariat ini sangat dibenarkan ?

Tapi apa reaksi Pemerintah ? Mereka malah menyalahkan Ormas Islam tersebut dengan dalih, melanggar HAM, intoleran, dll.

Yang lebih menyedihkan lagi sang Ibu pemilik warteg diposisikan sebagai korban dan diberikan santunan pula oleh bapak Presiden dan sekarang menjadi pendukung penista agama. hadeeeehhhh. . .

sekarang imam besar ormas islam tersebut dan tentunya imam besar kaum muslimin diindonesia, pun tidak henti-hentinya diintimidasi, di kriminalisasi dicari kesalahan yang seolah dibuat-buat yang penting bliau jadi tersangka.

Astagfirullah ! geleng-geleng kepala saya ketika ingat kasus ini.

Benar ummat ISLAM indonesia mayoritas, tapi ketika sistem pemerintahan yang dipakai bukan syariat islam maka kita akan ditindas selama-lamanya.

kita akan selalu diposisikan sebagai tersangka, protes sedikit dianggap radikal, menyampaikan aspirasi dianggap intoleran, buat aksi damai diberitakan anarkis.

SO WHAT !

JADI KAMI HARUS BAGAIMANA ?

saudaraku sudah saatnya kita sadar, kita bangsa yang besar, bangsa yang kaum musliminnya terbesar didunia.

Sudah saatnya kita sama-sama satu suara dan satu pemikiran, bahwa tidak ada sistem yang lebih baik dari syariat ISLAM.

Syariat yang Allah SWT turunkan melalui risalahnya Al-Qur’an

Syariat yang dibawa oleh manusia paling mulia baginda Rosulullah SAW.

Syariat yang menjadi Rahmat bagi seluruh alam.

Syariat yang memberikan kesejahteraan bukan hanya untuk umat muslim tapi untuk pemeluk agama lain.

Semoga dibulan Romadhon yang penuh berkah ini Allah SWT kabulkan segala hajat kaum muslimin dimanapun berada & semoga Allah SWT turunkan pertolongannya terhadap saudara-saudara kita, ormas islam dan para ulama yang didzholimi.

امين يا رب العا لمين

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here