Tanpa Riba, Harta Berlimpah dan Hidup Berkah, Begini Rahasianya

784

PALEMBANG, AsSAJIDIN.COm — Komunitas masyarakat tanpa riba Sumatera Selatan bekerjasama dengan SyaREA World Bogor mengadakan Seminar Bisnis Islami dengan tema Sukses Mengembangkan Harta Tanpa Riba (SMHTR) di Hotel Excelton Palembang, Rabu (3/01/2018).

Ketua panitia pelaksana Ustadz Bilal mengungkapkan acara ini merupakan kali pertama diadakan di Palembang. “Seminar ini akan dilaksanakan dari tanggal 3-4 Januari 2018. Diikuti 150 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Sebelumnya telah dilaksanakan di Bengkulu, dan Solo, berlanjut di Kota Bogor mengikuti Platform Bisnis Tanpa Riba (PBTR).

Untuk Palembang sendiri merupakan kali pertama. Dulu, ketika tahun 2014 juga pernah digelar Pengusaha Tanpa Riba (PTR), namun karena kesibukan dan lain hal sempat vakum. Saya merupakan salah satu alumni dari PTR yang juga mantan pelaku riba, Alhamdulillah sekarang sudah berhijrah dan bebas riba. Karena itu saya merasa terpanggil dan mempunyai kewajiban untuk berdakwah dan mengajak teman dan saudara-saudara yang lain melalui seminar ini untuk hidup tanpa riba,” jelasnya.

“Pada acara seminar ini kita mendatangkan Ustadz Syamsul Arifin dari SyaREA World Bogor, Jula Wijaya, dan Ma’bul dari Pekanbaru sebagai coach atau pemateri,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu coach seminar SMHTR Ustadz Syamsul Arifin mengungkapkan bahwa Keharaman riba sudah disebutkan secara jelas di dalam Al-Qur’an dan hadits.
“Hukum riba itu sudah jelas, haram. Sama seperti halnya babi, dan minuman beralkohol. Namun, sekarang ini istilah riba itu dihilangkan atau diganti dengan istilah-istilah lain. Misalnya: biaya admin, denda, pinalti, dan istilah perbankan lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, Ustadz Syamsul juga memaparkan tujuan dari seminar SMHTR tersebut.
“Seminar ini tidak menawarkan pinjaman uang untuk melunasi utang, juga tidak menganjurkan untuk meminjam uang/berhutang dalam kegiatan usaha. Meminjam uang atau berhutang saja tidak kami anjurkan apalagi utang yang mengandung riba. Melainkan mempunyai tujuan untuk mengubah informasi dan pola pikir masyarakat untuk tidak berhutang dan bebas riba. Kalau selama kita berpikir bahwa untuk memulai suatu usaha, harus dengan berhutang, sehingga kita beranggapan berhutang menjadi hal yang biasa-biasa saja, maka akan menjadikan kita pribadi yang hidup dengan jumlah hutang yang akan terus bertambah, “paparnya.

“Untuk itu agar kita mendapatkan keberkahan dalam hidup, segera bebaskan diri kita dari hutang dan riba,”tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu peserta seminar SMHTR asal Jakarta, Syamsudin berbagi pengalamannya.
“Melalui kegiatan ini, banyak sekali mendapatkan informasi tentang bahaya hutang dan riba. Memang tidak semua hutang itu mengandung riba. Namun, dalam mengembangkan bisnis dan menjalani kehidupan ini, hendaknya kita menghindari hutang dan riba. Karena hidup kita tidak akan pernah merasakan ketenangan dan kedamaian selama kita masih punya hutang, apalagi terjerat riba,” pungkasnya.