TANGGUNG JAWAB YANG SERING DILUPAKAN. PADAHAL MENYELAMATKAN KITA DI AKHIRAT KELAK

544

By Adi, MTR #20 Malang Dan Sekitarnya
WA MTR 0811113139

Buah Hati

Siapa yang tak ingin tumbuh kembang anaknya baik bahkan sempurna. Tentu setiap orang tua mengharapkannya. Entah perkembangan fisik, bahasa, motorik kasar dan halus, psikologi, sosial, intelegensi terutama spiritual.

Saat tumbuh kembangnya ada masalah, tentu orang tua khawatir. Termasuk yang pasangan muda. Akan ada treatment dan stimulus agar anaknya memiliki tumbuh kembang yang sesuai level usia dan juga fitrahnya.

Tahukah ayah, bunda yang terpenting bagi tumbuh kembang anak adalah kita bisa menemaninya dengan keutuhan dan totalitas kebersamaan. Maksudnya, kita ada di depannya bukan hanya fisik kita lantas anak kita dibiarkan sibuk sendiri dengan mainannya, apalagi dibiarkan bersama TV, gadget, HPšŸ˜„šŸ˜ØšŸ˜°.

Saat kita bersama anak kita hadirkanlah di hadapannya fisik, hati, dan jiwa kita. Sehingga utuh kita membersamai tumbuh kembangnya. Simpanlah dulu berkas-berkas,taruhlah dulu HP dan lainnya terutama bagi anak golden age.

Jika tidak utuh saat kita bersama anak-anak kita, tentu akan ada split grown up of them, alias tumbuh kembang yang terpotong.

Akhirnya terjadilah beberapa hal yang tak diharapkan. Seperti speech delay, tubuh yang kurang lentur, belum bisa mengenal warna di usia-usia yang harusnya mereka sudah mampu. Memang tidak jaminan juga kebersamaan yang utuh otomatis menghasilkan anak yang berkualitas.

Tapi ayah bunda, bukankah kewajiban kita dari Allah Yang Maha Agung untuk mengasuh/hadlonah (menjaga keamanan fisik dan ‘aqlnya) agar anak tumbuh dengan baik? Yah kewajiban yang menjadi konsekuensi kita sebagai orang tua dan konsekuensi keimanan kita yang akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat.

Sejak bayi, saat baru lahir saja Allah perintahkan untuk diperdengarkan adzan secara langsung di telinganya. Yah langsung, bukan kaset. Kita juga tahu, bagaimana Rosulullah SAW ditunggangi punggungnya bak kuda perang oleh anak-anak. Kita juga tahu bagaimana Rosulullah dan para sahabat/sahabiyah membiarkan masjid ramai oleh riangnya anak-anak yang berlarian, tertawa bahkan menangis. Ya, kita wajib menanamkan Aqidah Islam pada buah hati sejak bayi, sejak dalam kandungan bahkan.

Lantas apa yang membuat kita repot untuk membersamai dan memberi keteladanan baginya. Agar anak kita punya aqidah Islam yang kokoh, punya kepribadian Islam yang cemerlang.

Buah hati kita adalah titipan dariNYA. Yang sewaktu-waktu akan diambil lagi tanpa pemberitahuan, dan kita akan dimintai PERTANGGUNG JAWABAN.

AL FAQIR
#Afi_Ummu_Umar
#SekolahPra_n_Baligh
#HomeschoolingGroup_KhoiruUmmah
šŸ˜šŸ˜šŸ˜šŸ˜šŸ˜

AYOO.. WARGA LAINNYA SEGERA BERLATIH MULAI MENULIS YA..