RIZKI DUNIA ITU SUDAH ALLAH SIAPKAN, BAGAIMANA DENGAN RIZKI AKHIRAT….?

335

Sahabat Ahli Surga apa kabarnya hari ini…? Semoga senantiasa dalam kesehatan, keberlimpahan penuh keberkahan.. Aamiin

Sahabat Ahli Surga keberlimpahan adalah bentuk rizki dari Allah. Rizki adalah pemberian, berarti bukan karena upaya kita yaaa…!!! Tiap-tiap mahluk sudah Allah jamin rizkinya, sampai-sampai binatang melatapun sudah Allah jamin rizkinya.

Bagaimana dengan upaya kita berkenaan upaya kita dalam memperoleh rizki? Saudaraku upaya yang kita lakukan kaitannya dalam memperoleh rizki itu, tidak lain hanyalah “HAL (KONDISI) ” Yaitu bagaimana kondisi upaya kita pada saat Allah berikan rizki tersebut. Bilamana kondisi kita dalam mengupayakan rizki tersebut dalam kondisi sesuai kaidah Allah dan RasulNya, maka HALALLAH RIZKI tersebut. Tetapi bila kondisi yang kita lakukan dalam memperoleh rizki tersebut dalam kondisi tidak sesuai dengan kaidah Allah dan RasulNya, maka Rizki tersebut jatuhnya menjadi “HARAM”

QS. Al Ankabut [29]:60
“Allah yang memberi Rizki kepadanya dan kepadamu”

QS. Ali Imran [03]:37
“Sesungguhnya Allah memberikan rizki kepada siapa yang dikehendaki-Nya”

Jadi untuk urusan rizki di dunia tidak usah risau dan khawatir yaaaa….!!! Justru yang perlu kita risaukan dan kita khawatirkan adalah “RIZKI ALHIRAT” karena apa…? Karena Allah tidak menjamin rizki Akhirat, kecuali kepada hamba-hamba yang telah Allah tetapkan sesuai informasi yang Allah sampikan dalam Al Qur’an (Allah Ridlo kepada hambaNya tersebut). Saudaraku Ahli Surga bagaimana dengan kita…? Ayooo kita bersama-sama mengupayakan rizki Akhirat tersebut dengan terus beramal sholeh…!!! Bagaimana supaya kita benar dalam beramal Sholeh… tidak lan kecuali “DENGAN BERILMU”

Perkataan Sahabat Alli Bin Abi Tholib “Bila ingin kuasai dunia dengan ilmu, bila ingin raih Akhirat dengan ilmu, dan bila ingin meraih keduanya adalah dengan ilmu”

Sahabat Ahli surga… Yuuukk mumpung Allah masih berikan kesempatan kepada kita, manfaatkan waktu kita untuk Tholabul Ilmu… Jangan sampai kita masuk dalam kategori orang yang menyesal dan rugi di Akhirat kelak.

Saudaraku Pribadi Muslim yang memiliki prinsip hidup berkelimpahan adalah “PRIBADI YANG MEMBELI WAKTU DENGAN UANGNYA, BUKAN PRIBADI YANG MEMBELI UANG DENGAN WAKTUNYA”