PERJUANGAN MENYERUKAN KEBAIKAN

208

By Affan, KSW #14 SPI
WA KSW 0811113139

Mencoba menulis kekalutan hati terhadap keluarga sendiri saat kami ingatkan tentang Riba

AKU KUDU PIYE?

Terkadang saya bingung akan sisi hidupku untuk menjadi orang yang berguna & bermanfaat atau menjadi orang buruk yang hanya diam terhadap keadaan dimana sebuah kebenaran Haq telah mati.

Memang menyerukan kebaikan itu butuh perjuangan yg amat pedih perih meyat hati.

Bahkan ayat² Allah dan ajaran-ajaran Rosulullah pun terkadang tidak pernah menjadi sebuah wasilah kebenaran manakala realita kehidupan nyata telah membelenggu pemikiran adanya sebuah kebiasaan dan adanya ketidak tepatan penafsiran dalam memahami kitab sucinya yang berkepanjangan terus dan terus.

Justru malah lebih mengimani apa yang dikatakan Kiyainya, Ustadznya, tengkunya, tokohnya atau idolanya dari pada Firman & sunnahnya.

Lebih mendahulukan Ijmak qias daripada Al Qur’an dan haditsnya.

Memang bertanya ke orang itu lebih simpel & praktis untuk mendapatkan jawaban dari pada harus belajar runtut dari A-Z & mencari dalil-dalilnya.

Padahal apa yang di sampaikan sang panutan terkadang hanya sepotong atau hanya jawaban simpel dg asumsi biar mudah diterima tanpa menjabarkan lebih luas apa yang semestinya
Karena memang apa yang menjadi sebuah pertanyaan pun disampaikan dengan simpel tanpa menjelaskan asbabul nuzulnya.

Disaat semua sudah bertaklid buta, yang menyeru kebenaran malah justru dituduh melenceng dari ajaran-Nya, dituduh Wahabi, dituduh tidak ahlussunah wal jama’ah, dituduh keluar dari golongannya.

Apa aku salah atau merekalah yang paling benar,
Disaat aku bilang keletong itu najis dan haram dimakan walaupun disajikan dengan moyones & keju yg gurih.

Keadaan keadaan yg terjadi itu menjadikan si gudel jauh dari perlindungan si kerbau.

Sang kerbau lebih percaya apa yang dikatakan si pedet atau si belo, dari pada si gudel.

Si Gudel berkata suket gajah yg hijau itu lebih enak, sehat & berkasiat dari pada ampas tahu & bekatul.

Si pedet berkata, bekatul & ampas tahu itu lebih nikmat & berkasiat dari pada suket gajah yg hijau.

Si Kerbau pun menasehati gudel..
Anakku Gudel..
Dadio gudel iku manut kahanane sing uwis umum, ora usah kakean polah ngandani endi sing apek bener, marai ora duwe kanca. nandur suket iku suwe Del, luwih enak mara ning bakul tahu kabeh uwis cumepak kari mangan. Yen sawah iku mung bisa ditanduri pari aja mbok tanduri melon lan liya-liyane, iku ndadekke ora ngunduh Del. Wis manuta umume, sing kana kana, sing kene kene.

Gudel tak kuasa tuk berkata kepada sang kerbau, yang diingatnya pun hanya kata birul Walidin, jangan membantah apalagi berbicara hus.

Padahal si gudel pingin berkata.
singa sang raja hutan lebih sering berjalan sendirian sedangkan kawanan domba selalu bergerombol.

Jari kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan kecuali jari jempol.
Jempol berada paling jauh diantara keempat itu.
Namun semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri yang jauh dari mereka.

Kadang apa yg terlihat begitu menakjubkan & menyenangkan tanpa kita mau tahu apa yg terjadi & bergejelok didalamnya.

Mencari kemuliaan dengan menutupi kekurangan-kekurangan & gengsi dihadapan mata manusia tanpa berpikir dihadapan Tuhannya.

Semoga Allah membukakan pintu hidayah kepada keluarga ku, saudara saudara ku, & lingkungan ku.

Semarang, 20 Agustus 2017
By Affan AF, KSW #14 SPI

AYOO WARGA YANG LAIN.. MANA INSPIRASI ANDA UNTUK KITA SEMUA? SEGERA TULIS YA..