PENGALAMAN KETIDAK BERKAHAN HARTA & PENGHASILAN

0
257

Dialog di KSW #07 Finance. Selasa, 29 Agustus 2017
WA KSW 0811-113-139

Apakah pengalaman ketidak berkahan bekerja di bank semuanya dirasakan rekan2 disini? 😢
Question by HANDIKA

Bangeeet pk…11th kerja ga ada barang yg nempel…ada yg ilang ada yg kejual ada yg rusak…gajian ga tau bisa abiiis boro2 nabung.
DEDE

Sangat dirasakan tidak berkah. Rumah tangga berantem terus, anak sakit sakitan. dapat bonus dapat uang thr dpt insentif semuanya menguap. Saya bekerja di bank BUMN selama hampir 15 tahun. Ga ada yang di dapat. Saya baru resign 3bulan lalu. dan blm melunasi hutang2 saya. rencana mau jual aset. sementara blm terjual, saya terima cacian dan makian bahkan agak kasar dri dc yg notabene temen sendiri.
In Sha Allah saya ga sakit hati. Ini dosa saya yg harus saya terima setelah 15tahun makan riba. ikhlas kembali ke nol dan harus jual semua aset yg memang bukan hak saya.
Malu jadi pegawai bank..
MIKA

Bankers itu serasa gampang didekatin sama musibah dalam kondisi apapun. Bonus yg berlipat2 juga rasanya raib begitu gampangnya. . 😢
HC

Bankersnya sendiri juga bukannya ngga punya utang, justru bankers sndiri di-iming2 utang dari kantornya sndiri (terutama setelah berstatus pegawai tetap), karena tergiur angsuran yg ringan dengan menggadaikan pelunasan sampai dengan masa pensiun.
CIPTA

Koq bisa bankers punya utang Mas? Bukankah sebagai bankers faham bener mengelola uang (penghasilan), apalagi konon penghasilannya besar
SAMS

Karena perusahaan juga melihat pangsa pasar yg besar yakni dari dalam perusahaan yaitu karyawan nya sendiri, bila sdh menerima kredit, maka mau tidak mau karyawan tersebut akan loyal secara terpaksa kepada perusahaan karena terhimpit kebutuhan hidup dan angsuran
ASEP

Semua lebih ke gaya hidup mungkin…saat kita diangkat jd organik usia msh muda (23-25)…lngsung ada fasilitas pinjamn pegawe dngn jngka waktu smpe pensiun..plafon (waktu th sy 2009 bs plafon diatas 90jt) tinggi…iming2 bunga ringan…trs krn mau nikah/beli rmh KPR/mobil/tanah akhirnya ambil pinjmn…tiap tahun naik gaji bs top up…ada fasilitas pinjmn lain buat pegawe diambil jg jd numpuk2 utangnya smntra kenaikan gaji lebih kecil dr kenaikan angsuran utang yg diambil.
AMALIYAH

Justru krn org internal bank, tau celah nya gmn cara hutang baik celah bener maupun celah gak bener, akhir nya numpuk hutang dan bingung cara bayar nya setelah hutang bertumpuk2.
Udah ngasih pinjaman riba, penerima riba, jadi saksi ketika akad di notaris, sekalian jadi juru catat juga jika ada pembayaran dr debitur, lengkap deh dosa nya
😭😭😭😭😭
(self reminder)
HENDY

8 tahun kerja di bank kurang lebih merasakan semua hal yang disebutkan oleh rekan-rekan yang lain.

Alhamdulillah kebodohan masa lalu telah menjadi alasan kuat untuk tidak kembali ingin hidup diperbudak RIBA.

Saya tambahkan beberapa list, bagaimana RIBA beserta harta yang diperolehnya justru tanpa sadar telah menggiring kita pada jurang kemusnahan:

Selama bekerja tak sulit untuk memenuhi semua kebutuhan hidup beserta fasilitasnya. Dengan diberikan kemudahan dan murahnya kredit karyawan, mulai dari rumah, mobil, jaminan kesehatan, pendidikan anak hingga asuransi.

Tapi…

Bukan hanya satu dua hari merasakan tidak nyaman berlama-lama diam dirumah. Kalo weekend rasanya panas dan gerah kalo tidak ke mall, resto atau tempat wisata. Padahal intensitas menghabiskan waktu di rumah tidak banyak.

Bukan sekali dua kali merasa mobil yang dipakai baru beberapa bulan sudah ingin diganti model lain. Rasanya banyak saja yang salah dan bikin resah ketika memakai atau sekedar melihatnya terparkir. Kurang nyamanlah, kurang kerenlah…

Bukan seminggu dua minggu rela meninggalkan buah hati di rumah dengan pengasuh, tanpa ada pemikiran bahwa menjadi hak mereka untuk mendapatkan kasih sayang, bimbingan ibadah, pendidikan aqidah dan tauhid dari orang tuanya.

Demi apa?

Demi rutinitas kerja pergi pagi pulang malam, tugas luar kota atau sekedar hang out bersama teman kerja hinggal larut malam.

Bukan sejam dua jam merasakan Moment berkumpul dengan keluarga jauuh dari nikmat, karena tugas dan beban pekerjaan selalu menghantui.

Bukan ke satu atau dua orang saja melakukan “curhat bathil” tentang pasangan. Karena saat itu yang terlihat dari pasangan sebagian besar hanya keburukannya. Mengapa? Karena diluar ketika bekerja, sejatinya ujian terbesar adalah dengan banyaknya mata ini dikelabui, dibuat seakan-akan melihat rumput tetangga yang terasa lebih hijau.

DIAN

See…

Bagaimana RIBA telah menghilangkan karomah hingga dicabutnya nikmat hidup berumah tangga

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one − one =