By Abah Moekti Chandra, KSW #21 Diaspora
WA KSW 0811113139

Iedul fitri vs iedul tamasya

Selama hari raya ied kemarin, ada hal unik dalam perayaan ied ini.
Kenapa begitu???
Ya……….suasana ied tahun ini berasa hambar dan tidak bermakna.
Suasana yg seharus nya dibangunnya silaturahmi dan ukhuwwah, yang terjadi malah sebalik nya.
Ini masalah keluarga si miskin dan sikaya.
Keluarga (sanak family) simiskin yg sederhana, dan keluarga (sanak family) sikaya……….dalam pertemuan silaturahmi terasa ada kehambaran dan kehampaan. Kok bisa???
Ini masalah nya :
Keluarga sikaya cukup hanya memberikan amplop dan oleh oleh khas lebaran. Setelah itu, keluarga sikaya pergi tqmasya dg keluarga nya.
Tinggal simiskin yg sederhana, hanya mengelus dada.
Harapannya, keluarga simiskin ini…….ingin berdiskusi, tukar fikiran daei kesuksesan keluarga nya yg kaya.
Apa yg terjadi??????
Hemmm…..nanti kalau ada waktu…kita mau melepas lelah ke tempat wisata yg ssh jadi tradisinya.

Ibroh :

Hendaknya, dalam silaturahmi, hubungan kekerabatan, tidak ada kesenjangan dalam hal ini.
Namun, semua berubah. Semua berbeda. Padahal, dalam kembali nya fitri itu, hakekat nya kembalinya kita sebagai muslim yg berhasil memerangi hawa nafsunya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here