NIKMATNYA MELEPAS PIUTANG

253

NIKMATNYA MELEPAS PIUTANG
By: Ita Lampung, KSW #16 PBTR
WA KSW 0811113139

Kondisi yang membuat terjawabnya QS. At-taubah 118, dimana kami bertiga (saya,suami dan anak) hingga hijrah ke Bandar Lampung sudah 1 tahun lebih, tanpa teman apa lagi saudara, tapi kami hamba dari Allah yang maha Kaya “pemilik Alam semesta beserta isinya”

Disini kami mulai memperbaiki diri, introspeksi diri, minta ampun akan dosa-dosa yang selama ini kami lakukan, dan proses baru di Mulai, cekcok dengan suami, anak ada saja yang dibuat yang menurut hati kami kurang berkenan, berselisih dengan mertua, berjuang membuat orang tua percaya dan fitnah-fitnah lain silih berganti.

Akhirnya saya dan suami mulai pasrah, berserah dan perkuat Ibadah, sambil terus berusaha dan tidak lupa follow up piutang sana sini, padahal kami selalu nagihnya lembut, tapi entah kenapa pelan pelan semua pada menghindar, di telpon tidak di angkat, di WA tidak dibaca begitu terus berlanjut hingga renggang silaturrahmi yang dulu nya boleh di bilang akrab.

Dan aset kami yang tadinya atas rekomendasi si abank suruh jual, dan kami ikutin saran nya sudah di tawarkan sampai 9 bulan belum terjual juga, dan sudah pasrah mohon ke Allah ” yaa Rabbi Rumah itu adalah milik Mu, jika memang bukan hak kami lagi mohon berikan kepada orang yang memiliki rezeki untuk membeli nya, dan jika memang masih milik kami tolong berikan jalan yaa Rabb, berikan kami Rezeki untuk melunasinya ” itu saja Do’a yang terus di panjat kan.

Masuk awal Bulan september, dimana sewa ruko jatuh tempo, dan kami sudah daftar ikut SMHTR 13-15 September 2017 dan sudah mempersiapkan budget sedemikian rupa ketatnya, dan beberapa hari sebelum berangkat SMHTR saya di kabari kalau aset kami sudah di lelang dan sudah ada pembelinya dan paling lambat tanggal 16 september 2017 aset harus sudah di kosongkan 🤒 sampai saya demam mendengar nya, dan makin kami kencengin lagi bergantung hanya kepada Allah, dalam kondisi seperti itu kami tidak minjam ke siapa pun, walau pun orang tua menyarankan utang cuman segitu bisa kami (keluarga) lunasin, saya dan suami sepakat gak boleh nambah utang lagi.

Tanggal 12 september 2017 Jam 9 Malam kami berangkat naik Damri dari Bandar Lampung menuju bekasi, tanggal 13 pagi sampai di Hotel Aston bekasi, registrasi ke panitia, anak belum mau di titipkan, harus main petak umpet dulu baru bisa masuk kelas, didalam kelas tidak sedikit pun kami mengantuk padahal di bus kami boleh di bilang kurang tidur.

Di SMHTR ini kami benar benar di kuliti, apalagi saat ada ayat yang menyatakan kita kafir kalau menjalankan aturan yang sesuai dengan kita saja. Masyaallah di SHMTR ini kami di pandu cara Berazzam yang benar,
Suami sempat konsultasi dengan ustadz Samsul Arifin dan Coach Erik Sitepu dan pada intinya beliau meyakinkan semua akan baik baik saja. Dan kami langsung DP untuk ikut PBTR.

Jarak yang singkat, uang belum ada, makin bergantung lagi sama Allah dan ihktiar terus jalan, Supplier memberi kelonggaran term 1 bulan.

Dalam kondisi seperti itu, kami coba lagi menagih piutang kami, sampai tiga hari tidak bisa di hubungi, sampai akhirnya saya dan suami sepakat membebaskan mereka dari utangnya, dan keesokan hari nya lagi kami hubungi satu per satu, kali ini kami mau telepon inging mengabarkan pembebasan utang mereka, masyaallah hampir 3 hari juga baru bisa ada 1 orang yang mengakat telpon kami,

Saya :” halo Assalamualaikum Mba…. (dengann suara penuh semangat) ”
Mba.: “Waalaikumusallam dengan nada datar, rendah tidak semangat
Saya:”apa kabarnya Mba.. ”
Mba: “biasa Mba kurang sehat, kemaren habis…. Bla… Bla… ”
Saya: “Syakafillah Mba, gini mba saya mau tanya berapa lagi sisa utang Mba…. Sudah 3 tahun nya Mba belom bergeser… ”
Mba: ” iya Mba, gini bla… Bla.. Bla.. Ujung-ujungnya saya ingat kok Mba utang saya, pasti akan saya bayar” ketus nya
Saya: “dengar Mba… saya telp Mba bukan mau nagih” denger saya sebentar ya mba? Bismillahirrohmanirrohim, Mba….. Dengan ini atas nama Allah saya dan suami membebasakan Mba…. Dengan semua utang mba… Ke kami”
Mba: sambil nangis histeris dari sebrang telp” yaa Allah Mba? kok bisa Mba? Jangan Mba, nanti kalau saya ada uang dan mba ita butuh saya banyarin ya Mba….. Bla… Bla…. Blaa sambil tetap nangis tersedu-sedu
Saya: Alhamdulillah Mba saat ini adalah saat dimana kami benar benar butuh, kami melakukannya bukan karena siapa2 Mba, tapi karena kami yang butuh.
Mba: makin keras nangis nya

Lalu kami teruskan dengan membagikan nasi bungkus

Ke esokan hari nya keajaiban mulai datang, Supplier mau kirim barang dulu dan term 1 bulan, Reseller transfer uang untuk pemesanan, Masyaallah Allah Maha Kanya cukupkan buat kami banyar sewa roko 2 lantai untuk 1 tahun kedepan, setalah ini ada uang lagi kami sepakat banyar kepesertaan suami dulu untuk ikut PBTR, besoknya dapat uang lagi banyar untuk saya. Setiap hari ada saja orderan yang harus kami siapkan sampai kami lembur malam.

Tiba waktu keberangkatan ke Bogor uang pas untuk tiket Damri dan pegangan karena bawa anak kecil, uang di toko online belum masuk rekening, berharap sampai bogor cair, Modal lillahitaala berangkat ke bogor, belum pesan hotel atau penginapan apa pun, dalam sholat “yaa Allah bogor itu rumah Mu yaa Rabb, niat kami mau belajar yaa rabb, engkau yang maha Tahu ya Rabb, curcol nya rabb lancarkan dan kami yakin ada pintu-Pintu terbuka yang telah engkau persiapkan yaa Rabb. ”

Tengah perjalanan entah saya dapat keberanian dari mana sampai berani WA ustadz Samsul Arifin, dan Masyaallah saya di arahkan beliau menghubungi kang Maman, setelah komunikasi dengan kang maman kami menuju hotel Lor In, sampai disana bertemu Bunda Tini, dan Bunda langsung bertanya tinggal dimna nanti Mba? Saya jawab “belum pasti Bun, lalu Bunda tini menawarkan “tinggal dirumah saya saja mba” sambil kami terus ngobrol di dalam lift, begitu pintu lift terbuka di lantai 10, langsung ketemu kang maman “Bu ita mau istrirahat dulu atau gimana? Saya bilang saya bisa sama Bunda tini kang, kang maman jawab bisa ada 2 kamar.
Maksud saya kang, kami nginap dirumah Bunda Tini.
Kang Maman bilang ” Ustadz Samsul sudah pesan ke saya kalau bu ita dan keluarga di wisma beliau saja”

Allahuakbar
Allahuakbar
Allahuakbar

Allah Maha menepati janji, tak henti hentinya kami takjub, begitu banyak nikmat yang Allah berikan.

Alhamdulillah kami bisa ikuti acara tepat waktu, dan makin tercerahkan lagi oleh Ilmu-ilmu dari Ustadz samsul dan coaches yang sangat membentu, hari ke Dua PBTR begitu dapat Ilmunya kami langsung action, Masyaallah aset yang sudah dikuasai oleh pemilik baru yang “katanya” sudah dia beli ke pihak abank, bisa keluar meninggalkan aset kami. Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar

Dan dahsyat nya selama PBTR yang semula anak gak mau dititipin, hari pertama bilang” mama sama papa belajarnya, Ao di luar aja” bergetar hati mendengar anak bisa bicara begitu. Saya kecup kening nya sambil bilang” maafkan mama dan papa ya nak”
Dan ada 2 sahabat PBTR yang menjumpai saya yang mau men supplay produk mereka dengan term 1 bulan juga, Masyaallah.

Hari ke tiga PBTR kami sudah siap kan biaya untuk pulang dengan Naik Bus Damri yang anak bilang bis oTayo 😂,

Dan Malam nya acara makin seru, anak mulai rewel karena ngantuk, saya bawa keluar dan dia tidur, harus saya temani karena sudah tidak ada lagi orang di luar, jadilah saya tidak tau apa yang terjadi sampai acara selesai.

Setelah acara selesai semua pada pulang saya nunggu suami di Luar, sampai suami bilang
Suami: “ma, ada sesuatu dari saudara dan saudari kita”
Saya: apa itu pa?
Suami: kita gak jadi pulang naik Bus, kita Dibelikan tiket pesawat dan ada bekal juga…
Saya: melihat suami seakan tidak percaya, lalu saya bilang, “apa ini papa?… Ha… Apa kita tadi mengiba ya”…. Sambil saya menitikkan air mata
Suami: utsss… Mama, hati hati, ayo baca pesan cinta Allah, Allah yang maha Kaya lah yang menggerakkan hati mereka.
Saya: saya langsung istighfar dan minta Ampunan Allah karena telah berprasangka dan lupa bersyukur. 😇🙏
Yang seharusnya kami sampai Bandar Lampung sabtu pagi, Alhamdulillah sampai Jum’at sore, karena perjalanan pesawat 30menit anak bilang “ma bilang turunnya bentar lagi aja”… Saya tersenyum memeluk nya. Dan terjawab QS. At-taubah 119.