MESRA YANG MEMBAWA SENGSARA

0
257

MESRA YANG MEMBAWA SENGSARA
By Yuli Sidomampir, KSW #06 Culinary
*WA KSW 0811-113-139

*

Sore itu di sebuah rumah makan dibogor selepas menjemput aisha dari sekolah, bersama adik sepupunya aisha bermain di playground sambil menunggu saya selesai sholat ashar di mushola. Aisha sudah sholat ashar di sekolah jadinya bisa puas main selama saya tinggal sholat. Ketika menjemput aisha dan adik sepupunya, di ruang playground yang juga disediakan meja meja untuk makan itu ada sepasang muda mudi. Mereka duduk di pojok ruangan. Dengan laptop didepan mereka, mereka duduk sangat dekat. Sepertinya tangan si pria merangkul punya si wanita. Mereka bercanda dan tetawa dengan senangnya. Eh..bukan senang tapi tepatnya mesra.

Diruangan yang tidak terlalu luas dan hanya ada dua makhluk itu yang duduk diantara meja meja lain yang kosong tentu saja jelas terlihat oleh saya. La wong pas buka pintu pemandangannya langsung itu. Mereka masih terlalu muda untuk jadi suami istri. Apalagi dengan baju pramuka ala anak sma kayanya ga mungkin halal hubungan itu. Ga lama kemudian mereka berdiri dan membawa tas gendongnya lalu keluar sambil bergandengan tangan. Aih…jelas mereka masih SMA. Seketika saya terserang penyakit was was.

Sambil mengajak aisha dan adik sepupunya pergi dari ruangan playground, fikiran saya melayang kemana mana. “Yang tadi itu apa orangtuanya tau ya?” ” apa gadis berkerudung itu ga tau kalo dia ga boleh dipegang pegang sama yg bukan mahrom?” “Gimana kalo orangtuanya tau ternyata anaknya pulang sekolah malah mojok disini ngabisin uang sambil cekikikan sama pacarnya?” ” apa jangan jangan orangtuanya merasa damai damai saja?” ” gimana kalo gadis itu aisha?”..ihh, na’udzubillah 😐😐

Malamnya saya merenung. Terbayang kejadian si gadis yang bermanja manja dengan lelaki haramnya. Si lelaki yang mengenggam tangan si gadis haramnya dengan erat. Saya jadi teringat saya pernah menulis tentang sudut pandang.

Andai orangtuanya melihat tapi menurut sudut pandang mereka itu bukan masalah, mungkin mereka tidak akan sewas was itu. Atau malah orangtua mereka malah akan berkata ” maklum namanya juga anak muda, dulu kita juga gitu”. Parahnya lagi bisa jadi orangtuanya berkata ” udah biarin aja, berarti anak saya laku ada yang suka sama dia.Gimana mau kawin kalo ga ada yang suka. Nanti jadi perawan tua lo”. Wwweehh..ada orangtua kaya begini. ADA!!! Bisa jadi kita salah satunya.

Tapi masalahnya bagaimana kalo kita melihatnya dengan sudut pandang Allooh, apakah perbuatan mereka dibolehkan?. Tentu tidak!!.

Dalam islam haram hukumnya berpacaran, berkholwat karna itu mendekati zinah. Ada batas batas yang jelas dalam pergaulan perempuan dan laki laki. Dan gaya pergaulan anak SMA berbaju pramuka itu jelas salah. Salah besar. Dan jika sudut pandang Allooh ini yang dipakai maka seharusnya orangtua marah.

Tapi masalahnya apakah semua orang tua ketika mendidik anak anaknya memakai sudut pandang Allooh?

Ya..Allooh yang keridhoannya selalu kita harapkan. Yang surgaNya selalu kita impikan. Yang pertolonganNya selalu kita mintakan. Yang menciptakan semua manusia dan alam semesta ini. Wajar bukan jika seharusnya kita hidup sesuai maunya Allooh?

Tapi lalu apa kelak jawaban kita di hadapan Allooh saat di yaumil hisab nanti, jika ternyata anak anak kita yang kita nilai sudah baik, sukses, yang membanggakan kita didunia tapi ternyata tidak hidup seperti mauNya Allooh.

Bagaimana jika ternyata kita orangtuanya salah memberikan standar untuk anak anak kita. Kita fikir, itu sangat baik ketika yang penting anak kita solat dan berkerudung meski sering jalan bareng dengan teman prianya. Kita fikir, itu sudah membanggakan ketika anak anak kita sudah berhasil menjadi orang kaya, rajin solat dan puasa meski modal usahanya dari pinjaman bank.

Nyatanya kita membangun sudut pandang kehidupan anak anak kita hanya pada apa mau hati kita saja tanpa pernah bertanya apa yang dimaui Allooh untuk kita lakukan sebagai orangtua?

Dan hari itu, diyaumil hisab disaat kita merasa baik baik saja, merasa akan mendapat kebanggaan dari anak kita yang sukses didunia. Tetiba anak kita berdiri dan mengadu kepada Allooh, ” ya Allooh, orangtua kami tidak pernah mengajarkan kami untuk menjadi seperti yang Kau perintahkan!!”

Huhhh…
Lalu apa yang akan kita katakan sebagai pembelaan. Sedangkan memang saat kita menjadi orangtua didunia tidak mau sedikitpun belajar untuk menjadi orangtua seperti yang Allooh mau. Begitu banyak wasilah kita untuk belajar menjadi orangtua betulan seperti yang Allooh mau, malah kita tampik dengan sombong. “Ahh..ga perlu lah ikut parenting parenting segala apalagi ikuta sekolah orangtua.jadi orangtua itu sudah fitrah. Pasti bisa jadi orangtua. Lagian setiap anak kan beda. Saya paling tau bagaimana anak saya!!”

Tapi ketika ternyata anak kita tidak membela orangtuanya malah menuntut kita dan menunjukkan kesalahan kita sebagai orangtua, ahh…terbayang bagaimana rasa sedih dan menyesalnya kita sebagai orangtua yang ternyata gagal. Tapi pastinya saat itu semua sudah terlambat.

Betul..semua orang bisa jadi orangtua. Para hewan pun mereka menjadi orangtua atas anak anaknya. Tapi untuk menjadi orangtua betulan seperti yang Allooh mau itu butuh ilmu. Butuh mencari informasi apa sih sebenarnya yang Allooh ridhoi. Maka mumpung belum terlambat. Mumpung masih jadi penghuni dunia. Seyogyanyalah kita sebagai orangtua tidak malu untuk terus mencari ilmu keorangtuaan. Agar tidak menjadi orangtua kebetulan. Setidaknya kita punya dalih bahwa kita sudah berusaha untuk menjadi orangtua yang seharusnya seperti yang Allooh mau.

Dan bersyukur rasanya ada SPI (Smart Parents Institute) karna disana dikupas tuntas tentang kewajiban kita sebagai orangtua terhadap anak dengan sudut pandang Allooh.

Disini saja, kita sudah akan bisa merasakan dosa apa saja yang sudah kita lakukan terhadap anak anak kita. Beruntungnya, kita masih punya waktu memperbaikinya.

Semoga kita selalu dalam barisan orang orang yang tertunjuki jalan yang lurus 😊🙏
By Yuli, KSW #06 Culinary
((((( DARI ADMIN )))))
Apakah Anda ingin melindungan putta-putri Anda dari pergaulan bebas yang membahayakan?
Ingin tahu bagaimana Qur’an membahas tuntas tentang pendidikan anak?

Temukan penjelasannya yang AMAZING dalam AL-QUR’AN terkait Pendidikan Anak di event Smart Parent Institute:

“Menghantarkan ‘TITIPAN ALLAH’ Menuju Sukses Dunia Akhirat” bersama Dui Nasheer (Founder SmartParent Institute)

Hari, tanggal: Ahad, 26 November 2017
Waktu : 08.00-18.00 WIB
Tempat: The Dharmawan Park, Sentul City Bogor
Jalan Babakan Madang No.99, Sentul City Bogor Jawa Barat

SILAKAN LANGSUNG DAFTARKAN DIRI< KELUARGA DAN SAHABAT-SAHABAT ANDA SEMUA KE MBAK Yuly di 0856-811-2462.

Didukung Oleh :
Kampung SyaREA World
#Masyarakat Tanpa Riba

Saksikan dan bagikan juga video terlampir ini ya..

https://www.youtube.com/watch?v=RDLqcvEcHhY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

four × 1 =