MENGAPA ANDA BERHENTI DI SINI?

0
131

MENGAPA ANDA BERHENTI DI SINI? MARI KITA NAIK KE TINGKAT YANG LEBIH TINGGI, STEPS-UP TO THE NEXT LEVEL

By Samsul Arifin, KSW #Kaltim
WA KSW 0811-113-139

“Bu Samsul.. Alhamdulillaah.. utang-utang dan riba saya sudah lunas. Saya jadi tenang sekarang. Tak peduli berapapun jumlah peserta kursus yang masuk kelas saya, saya biasa-biasa saja.”

Campur aduk perasaan saya ketika kemarin dibacakan suatu sms yang masuk ke hape nyonya. Antara bahagia dan bersyukur karena semakin banyak saudara-saudara kita yang telah ALLAAH mudahkan untuk menyelesaikan utang-utang dan ribanya. Dan penuh tanda tanya dalam hati saya.

Tanda tanya akan maksud kalimat “Tak peduli berapapun jumlah peserta kursus yang masuk kelas saya, saya biasa-biasa saja”. Mudah-mudahan kalimat ini bukan kalimat yang menandakan seseorang sudah merasa waktunya untuk berleha-leha. Tidak perlu bekerja keras lagi karena sudah bebas utang dan bebas riba.

Pada beberapa kesempatan diskusi di WhatsApp Group, saya juga pernah membaca kalimat serupa ini..

“Alhamdulillaah.. setelah lunas utang riba, sekarang saya jadi fokus ibadah. Pokoknya pasrahin ke ALLAAH saja. Kerjaan tinggal nunggu sholat saja”

Mudah-mudahan kalimat itu hanya menunjukkan rasa tenang karena sekarang sudah bisa bekerja tanpa tekanan untuk “mengejar setoran”. Bukan menyiratkan maksud yang lain.

Akan tetapi, jika kalimat itu adalah ungkapan bahwa sekarang sudah bisa santai-santai dalam membuka usaha, maka hati saya menjerit keras. Karena bukan itu maksud kami mengajak sahabat-sahabat untuk segera melepaskan diri dari jerat utang dan riba.

Ketika pada Bulan Oktober Tahun 2012 yang lalu kami mulai memikirkan sebuah program pelatihan yang di dalamnya berisi peringatan akan bahaya mengembangkan bisnis dengan utang dan bahaya riba, dan kemudian pada Bulan April Tahun 2013 kami release sebagai program Pengusaha Tanpa Riba, bukanlah maksud kami untuk mengajak sahabat-sahabat semua agar bisa bersantai-santai dalam bekerja.

Bukan.. sekali lagi bukan itu maksud kami. Dari lubuk hati kami yang paling dalam, program Pengusaha Tanpa Riba itu dimaksudkan agar kita semua sadar akan:

1. Bahaya dari tabiat buruk kebiasaan berutang
2. Ancaman dosa besar transaksi riba
3. Ancaman kebangkrutan karena riba
4. Langkah-langkah keluar dari jerat utang dan riba
5. Cara-cara yang benar mengembangkan bisnis tanpa utang dan riba

Sama sekali tidak ada maksud kami agar Anda yang sudah bebas utang dan riba untuk berleha-leha atau santai-santai dalam mengembangkan bisnis Anda. Hilang semangat mengembangkan usaha karena sudah tidak punya utang lagi. Jika itu yang terjadi, maka semakin jumudlah Pengusaha Muslim ini.

Jika itu yang terjadi, berarti ajaran “aliran sesat” dalam berbisnis telah sedemikian merasku pada di Anda. Bahwa utang bisa membuat seseorang bersemangat dalam berbisnis. Padahal, Anda sendiri sudah menyadari bahwa itu salah fatal. Karena banyak sekali tabiat buruk dari kebiasaan mengembangkan bsinis dengan utang.

Jika pemikiran “santai-santai” itu yang merasuk pada diri Pengusaha Muslim, terutama yang melabelkan diri Pengusaha Tanpa Riba, kapan Ummat ini akan maju? Kapan ekonomi akan kika kuasai? Kapan? Kapan?

Sahabat-sahabat pengusaha yang dirahmati ALLAAH..
Santai-santai dalam bekerja sama saja dengan pengingkaran (denial) akan tujuan penciptaan manusia. Bahwa ALLAAH SWT telah berfirman dalam surat Al-Insyirah:

“Faidza Faraghta Fanshab…….
Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al Insyirah: 7)

Perintah Allah kepada kita semua agar melakukan aktivitas dan kerja tidak mengenal kata henti dan istirahat artinya bahwa setelah menunaikan tugas dan aktivitas maka cari aktivitas dan kerja lainnya. Terus dan terus produktif.

Lalu, kapan kita istirahat?
Suatu ketika Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya:
“Wahai imam, kapankah waktu istirahat itu?”
Beliau jawab:
“(istirahat yg sesungguhnya ialah) pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga.”

Sahabat-sahabat Pengusaha Tanpa Riba yang dirahmati ALLAAH.
Menjadi pengusaha tanpa riba hanyalah sebuah permulaan yang benar dalam fase kedua dari bisnis Anda. Ia bukanlah tujuan akhir dari perjalanan ini.

Oleh karena itu, mari kita melangkan ke tingkat berikutnya. Mari kita temukan SEMANGAT BARU, pendorong GAIRAH BARU BERBISNIS kendati sudah tidak dikejar-kejar Mas DeCi lagi. Naikkanlah level penyemangat bekerja dari sekedar mengejar setoran untuk melunasi cicilan, menjadi berkontribusi untuk kemajuan ummat. Silakan check video ini:

Rasul Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa ( dari umatku ) yang ketika bangun pagi tidak memikirkan nasib umat, maka dia bukan umatku ( umat Nabi Muhammad Saw )”. HR. Ahmad.

Ketika sudah merasa cukup untuk memikirkan diri sendiri, jadi untuk apa kita semua ada di dunia ini? Jika label Pengusaha Tanpa Riba menghentikan langkah-langkah Anda untuk mengembangkan bisnis ke tingkat yang lebih tinggi, untuk apa label itu?

Mari kita mulai langkah-langkah baru. Steps-up to the next level!
Kita diskusikan langkah-langkahnya pada *KSW Leaders Forum. Yang Insyaa ALLAAH akan dilaksanakan pada Hari Sabtu, 4 Juni 2016 di CICO Resort, Cimahpar Bogor, Pkl. 09-15*.

Yang sudah punya seragam Kemeja SyaREA World, mohon dikenakan ya. Yang belum *MENDAFTAR*, silakan kirim WA ke *0811-113-139*.

BaarakALLAAHu fiikum jamii’an..
Samsul Arifin
Founder KSW, Sharing Leadership

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here