Kisah Inspiratif Owner Sagon Kacang Ijo ZAYA

547

Bismillah.
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.
Dulu…saya dan suami adalah karyawan di sebuah perusahaan swasta, di Jakarta. Ga kepikir sama sekali untuk terjun ke bisnis. Menurut kami, bisnis itu sulit dan butuh modal besar.

Sampai pada akhirnya, suami mengundurkan diri dr pekerjaan, karena alasan yg bisa saya terima.
Pulanglah kami ke kampung halaman saya, karena pola pikir kami masih sama, ga mau bisnis. Mau nya bertani, dan beternak saja.
Rumah di bogor kami kontrakkan untuk nambah penghasilan bulanan.
Mulailah kami beternak dg modal uang pesangon.

Alloh berkehendak lain, beternak bukan jalan kami. Hewan ternak ada yg mati, lama2 modal habis. Pengahasilan…?jelas ga ada.
Kami bersyukur, semoga ini menjadi pembersih harta kami dari riba. Maklum, rumah dulu ngambilnya pakai KPR BTN.

Sebagai suami, dikarenakan rasa tanggungjawabnya, akhirnya melamar cari kerja. Lowongannya…?Subhanalloh…sales semua. Mau atau ga mau..? Ya wlpn terpaksa, harus mau.

Alhamdulillah, dari menjadi sales di perusahaan pupuk lah awal suami berani jualan.
Sampai pada akhirnya, suami memutuskan keluar. Memilih untuk memulai bisnis sendiri.
Modalnya..? Seadanya. Memanfaatkan alat2 yg ada di rumah. Uang yang ada dibelikan bahan baku. Bikin nasi uduk, keliling. Laku..?Subhanalloh…enggak..he he he.
Orang2 bilang enak, tp mahal katanya,karena kami jual 2500 rupiah/bungkus. Murah nasi ramesnya,yg cuma 1500 rupiah, he he he..

Pindah haluan…nitip ayam bakar di pasar. Qodarulloh, sering retur. Anak2 yg seneng, tiap hari makan ayam bakar,alhamdulillah.

Seperti sebelumnya, modal lama2 nipis.
Putar otak lagi…akhirnya bikin nugget lele. Alhamdulillah yg ini jalan, langganan mulai banyak. Cara kami jualan,keliling.
Dah punya pelanggan nugget, rute keliling rutin, lalu kami putuskan untuk nambah barang dagangan, bikin wedang jahe dan kunyit asem.
Alhamdulillah, yg makin laris justru wedang jahe dan kunyit asem. Nugget akhirnya buat tambahan dagangan.

Dari awal berbisnis, kami punya mimpi, suatu saat akan punya bisnis yg kami tidak harus keliling setiap hari.
Mulailah menyisihkan sedikit2 keuntungan. Saat kami rasa sdh cukup, kami memulai untuk membuat kue kering Sagon Kacang Ijo, brand kami, ZAYA.
Wedang jahe tetep jalan. Sambil menawarkan ke toko utk dititipi sagon ZAYA.
Alhamdulillah setelah sekian kali ditolak, akhirnya ada toko yg mau menerima untuk dititipi sagon ZAYA. Kami masih produksi sendiri waktu itu.
Setelah berjalan 2 bulan, kami memutuskan untuk menghentikan jualan wedang jahe. Fokus ke sagon. Cari karyawan untuk produksi. Saya dan suami fokus ke pemasaran.

Sekalipun  sekarang, setelah 1 tahun perjalanan ZAYA, mungkin dimata orang kami blm apa2, kami bersyukur…Alhamdulillah.

Janji Alloh itu pasti. Rezeki sdh ditetapkan. Tinggal kita mau bergerak, atau sibuk mencari alasan.
Mulailah, karena bisnis merupakan ibadah.
Usaha, bisnis, tidak selalu identik dengan modal besar.

Semangat terus saudaraku…
Allohu Akbar.

Owner Sagon Kacang Ijo ZAYA
Agus & Asih
KSW #17