AYNA AMIIRUL MUKMINIIN

0
114

AYNA AMIIRUL MUKMINIIN

Fikiran saya melayang ke hari ke-3 program UTHB (BUBB) yang kini telah upgrade menjadi MBUBB ketika membaca postingan Habib al Attas di WAG Forum Peduli Bangsa (FPB). Forum untuk para sesepuh Nahdliyyin yang masih jernih memikirkan Ummat Kanjeng Nabi Muhammad SAW Ini.

Anda yang sudah pernah ikut UTHB atau BUBB yang kini telah menjadi MBUBB, InsyaaALLAAH masih ingat betapa powerfulnya emosi kita pada hari ke-3 itu.

Berikut postingan Habib al Attas yang membuat dada saya bergemuruh. Warga silakan ceritakan perasaan Anda setelah membacanya ya. Saya berterima kasih kepada Yai Imam Mawardi yang telah menginjinkan saya menimba ilmu dan kebijakan di FPB

@SamsulArifinSBC

👇👇👇👇👇👇👇

Khalifah al-Mu’tasim, khalifah Bani Abbasiyah (833-842 Masehi).

Kisah heroik Al-Mu’tashim dicatat dengan tinta emas sejarah Islam dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir.

Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun 223 Hijriyyah, dalam judul Penaklukan kota Ammuriah.

Pada tahun 837, al-Mu’tasim Billah menyahut seruan seorang budak muslimah yang konon berasal dari Bani Hasyim yang sedang berbelanja di pasar. yang meminta pertolongan karena diganggu dan dilecehkan oleh orang Romawi.

Kainnya dikaitkan ke paku sehingga ketika berdiri, terlihatlah sebagian auratnya.

Wanita itu lalu berteriak memanggil nama Khalifah Al-Mu’tashim Billah dengan lafadz yang legendaris: “waa Mu’tashimaah!” yang juga berarti “di mana kau Mutashim…tolonglah aku!”

Setelah mendapat laporan mengenai pelecehan ini, maka sang Khalifah pun menurunkan puluhan ribu pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah (Turki).

Seseorang meriwayatkan bahwa panjangnya barisan tentara ini tidak putus dari gerbang istana khalifah di kota Baghdad hingga kota Ammuriah (Turki), karena besarnya pasukan.

Catatan sejarah menyatakan bahwa ribuan tentara Muslim bergerak di bulan April, 833 Masehi dari Baghdad menuju Ammuriah.

Kota Ammuriah dikepung oleh tentara Muslim selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya takluk di tangan Khalifah al-Mu’tasim pada tanggal 13 Agustus 833 Masehi.

Sebanyak 30.000 prajurit Romawi terbunuh dan 30.000 lainnya ditawan. Pembelaan kepada muslimah ini sekaligus dimaksudkan oleh khalifah sebagai pembebasan Ammuriah dari jajahan Romawi.

Setelah menduduki kota tersebut, khalifah memanggil sang pelapor untuk ditunjukkan dimana rumah wanita tersebut, saat berjumpa dengannya ia mengucapkan “Wahai saudariku, apakah aku telah memenuhi seruanmu atasku ?”.

Itu ‘baru seorang muslimah’ dan ‘baru dilecehkan’….

Di Myanmar, kita sedang berbicara ratusan muslimah yang tidak hanya dilecehkan, tetapi dibantai, disiksa, dipenggal, disayat, disembelih…!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

fifteen − fifteen =