KAMI BUKAN BAYARAN!

146

MSD, KSW #12 Health
WA KSW 0811113139

Haru biru melihat, mendengar dan merasakan perjuangan para kabilah Ciamis..
..
“Yuk kita berangkat!”.. kata kakak saya yang seorang pengusaha dan dokter estetika.. Tak lama, tiket pun sudah di pesan.
..
Dengan menarik2 koper menuju area Istiqlal-Monas, haru biru semakin tak tertahankan tatkala melihat secara langsung peserta Aksi Super Damai 212 yang berjalan tertib, khidmat, dan syahdu.. Mereka berasal dari seluruh penjuru Nusantara, saudara sebangsa, dari Indonesia bagian Barat sampai bagian Timur!

Dari yang muda belia sampai yang renta, dari yang dapat melihat sampai dengan yang (maaf) buta dan cacat. Semua datang berbondong2 bagai arus tak terbendung karena memiliki rasa, rasa dan perasaan yang sama. Iman yang sama. Keyakinan yang sama. Ghirah yang membuncah..!
.
Tak terhitung sudah berapa kali rasa nya mata ini terus berkaca2, air mata ini mengalir dari sudut mata.. Mencoba menahan sekuat tenaga agar tak tumpah tetapi kerongkongan seperti tercekat, lidah pun terasa kelu..
.
Sungguh TAK pantas jika ada yang mengatakan ini aksi bayaran, ini aksi ikut2an, ini hanya aksi politik yang penuh intrik..
.
Bahwa kami datang kesini karena ada desir di hati, panggilan hati, panggilan jiwa kami karena terusik dengan dinistakan nya Al Qur’an yang kami junjung tinggi, kitab suci yang kami pakai sebagai petunjuk pedoman hidup di dunia, petunjuk kepada jalan yang lurus -bahkan untuk seluruh makhluk hidup di alam semesta-.
.
Oleh karena nya kami rela datang dari jauh, kami ingin turut serta hadir disini, kami ingin merasakan sendiri ghirah perjuangan pada era ini, di negeri yang cinta damai ini.. Kami ingin menjadi bagian sebagai saksi hidup yang menanti tegak nya keadilan, tegak nya hukum Tuhan yang sempurna diatas hukum-hukum buatan manusia sejenius apa pun di muka bumi ini.
.
Bukan hukum buatan manusia yang pasti nya lemah, penuh celah untuk kegagalan, sistem yang cacat sejak awal lahir nya, sistem yang dibuat berdasar hawa nafsu manusia, sistem hukum yang dipaksakan untuk mengatur multi dimensi kehidupan manusia yang kompleks. Sistem yang salah akan melahirkan orang-orang yang salah pula.
.
Kami tak rela jika dituduh mayoritas yang intoleran, justru sadar mayoritas ini lah kami sudah sangat toleran kepada yang lain, sudah sangat bersabar, bersabar lagi..karena kami sangat cinta damai, kami sangat tunduk patuh hingga tak sadar sedang “dijajah”, kekayaan alam ini digadai, terjual..sampai di nista2 kan oleh dia..dan tetap….meminta kami bersabar…
.
Kami tahu dan sadar betul bahwa sehebat apa pun rencana manusia, secanggih apa pun teknologi bahkan nuklir nya, tidak ada yang dapat mengalahkan Sang Maha Perencana Terbaik ialah Allah SWT. Ada atau tanpa ada nya kami atau kita, kejayaan Islam itu Pasti akan bangkit!

Terjun lah sebagai pemain dengan segala konsekwensi nya, berpeluh2, berkorban waktu, tenaga bahkan materi– bukan hanya sebagai penonton yang cukup sekedar menonton, sekedar mengkritik, bahkan tak jarang ikut memfitnah, dan menyebarkan berita bohong.. Ingat, “Piala kemenangan” hanya milik pemain bukan penonton!
Pastikan Anda tidak berdiri di tengah jalan, karena nya Anda akan bisa tertabrak, putuskan Anda berada di satu sisi. Kiri atau kah Kanan!

—-MSD, 6 Des 16—-

#WeStandForIslam
#AlLiwaArRayah
#HukumSiHoax