HALAL, SI PEMBAWA BERKAH

0
188

By : Muhammad Ja’far Abdullah – KSW #Papua
WA KSW 0811-113-139

Kerisauan akan ancaman Allah terhadap pelaku riba, benar-benar telah mengganggu nyenyaknya tidur para hamba-Nya yang beriman. Makan tak enak, kerja tak nyaman, bahkan liburan pun terasa seperti neraka. Hilang senyum, berganti tangis galau membayangkan balasan yang sudah Allah siapkan karena perniagaan yang teracuni riba. Tangis ini berubah menjadi jeritan pilu, karena tidak tahu bagaimana cara untuk lepas dari jeratan riba.

Allaahu Akbar, Allah Maha Besar. Allaahu Ar Rahiim, Allah Maha Sayang kepada hamba-Nya yang beriman. Cahaya hidayah itu muncul, menerangi kegelapan yang menyelimuti hidup.
Melalui lisan seorang sahabat, akhirnya harapan itu mulai tumbuh.

Saya dikenalkan dengan sebuah komunitas. Komunitas yang senantiasa saling mengingatkan karena Allah, berkumpul karena Allah, bersaudara karena Allah.Komunitas yang kemudian mewarnai hidupku. Dari sinilah, perlahan namun pasti, kekuatan untuk melepaskan diri dari riba semakin besar.

Langkah-langkah untuk melepaskan diri dari jeratan riba juga semakin jelas. Dan Alhamdulillah, sedikit demi sedikit hutang-hutang itu mulai lunas.

Namun, kenapa masih ada sedikit ganjalan dalam hati ini? Padahal, proses melepaskan diri dari riba sedang berjalan, bahkan sudah lebih dari 50% riba ini hilang dari kehidupan.
Masih tersisa galau ketika menerima hasil kerja keras setiap bulan. Halal kah ini?? Apakah harta ini menjadi halal ketika riba sudah hilang?

Allaahu Ar Rahiim. Allah benar-benar sayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Petunjuk itu kembali datang melalui lisan seorang sahabat tercinta dalam komunitas tadi.
Terjawab sudah kegaulauan yang masih membuncah dalam dada.
Ternyata, masih ada satu PR yang nyaris luput dari perhatian.

Bisnis yang ku jalani, ternyata adalah bisnis dengan multi akad. Sebuah bisnis yang dilaknat Rasulullah SAW tercinta. Pantas saja masih galau. Kalau sudah begini, tidak ada cara lain akad ini harus dibatalkan.

Tekad sudah bulat, namun iblis terlaknat tidak tinggal diam.

Ingatan akan penghasilan yang lumayan setiap bulannya, bayang-bayang akan kehidupan melarat karena kehilangan omset miliaran, ditambah tangis istri ketika melihat kulkas kosong. semua itu hadir satu persatu mencoba menggoyahkan keputusan yang ada.

Kembali sahabat tercinta memberikan semangat, katanya: “mana ada sih orang naik kelas tanpa ujian?” Ya, ini ujianku. Dan ini Allah berikan karena Allah ingin memuliakan hidupku, karena Allah sayang padaku. Wahai iblis, rayuan mu tak mempan kali ini.

Janji Allah lebih menggiurkan bagiku. Solusi demi solusi yang aku dapat, semakin menguatkan keyakinan ku bahwa Allah selalu menyediakan jalan keluar dari setiap masalah yang ada, dan jalan keluar yang Allah tawarkan adalah jalan keluar terbaik dalam hidup.

Alhamdulillah wa Syukrulillah. Keputusan sudah ditetapkan dan dijalankan. Semua bayang-bayang buruk godaan iblis, sama sekali tidak terbukti. Istri ikhlas dan ridho, klien tak lari. pelan namun pasti terus berkembang. Berkah pun semakin terasa dalam kehidupan dan keluarga. Alhamdulillah.

Jangan lupa sahabat, riba bukan satu-satunya musuh kita. Bukan tidak mungkin, upaya lepas dari riba menjadi sulit karena akad-akad bisnis kita masih bermasalah.
kalau mau bersih dari lumpur, tentu kita harus keluar dari kubangan bukan?
Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita. Amin.

#thankstoAllah
#thankstoPTR
#thankstowargaKSWPapua
By : Muhammad Ja’far Abdullah KSW #Papua
WA KSW 0811-113-139

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

eighteen − 11 =