CORPORATE TRAP

163

By : Yudhi Gunardi

Sebuah pesan dari Allooh, bahwa ada yang harus diperbaiki dari diri kita dan cara-cara kita dalam berbisnis.

Tahun 2010, adalah tahun ke dua saya berusaha, saya mendapat projek pembuatan Interior, salah satu marketing office perusahaan telekomunikasi berlogo telinga, sebut saja “Smart F…”, di salah satu Mall, pekerjaan harus diselesaikan dalam waktu 30 Hari, full financiring.

Pekerjaan telah selesai dan setelah serah terima kamipun melakukan penagihan, disinalah masalahnya, setelah berjuang selama 3 bulan menagih, dengan proses berbelit2 dan tak kunjung dibayar, kami mengancam akan membongkar hasil kerja kami, barulah mereka melakukan pembayaran, itupun tidak penuh, dengan emosi akhirnya sy tetap membongkar dan mengangkut sebagian furniture area front office yg telah kami buat.

Mulailah ada perhatian dari pihak kantor pusat, mereka menghubungi saya, meminta maaf dan menjanjikan akan meyelesaikan pembayaran,
Dan sy katakan “saya sudah tidak butuh uang anda sekarang, (uang tersebut saya butuhkan u nutup cicilan 2 bulan lalu, dan sy katakan sebagian barang sudah saya ambil kembali) puas rasanya membuat mereka bingung dengan ruang pelayanan yang berantakan, sementara mereka harus tetap ber operasi, rasaiin lho…? itu pikiran sy dulu, bukanya introfeksi diri…?

Ini adalah sinergi antara corporat trap dan tekanan utang, ketika cashflow berantakaan kita tetap dikerar2 bayar bunga.

Belakangan setelah ketemu pak samsul, 2014 sy baru menyadari bahwa, ada yang salah dengan diri saya dan cara2 saya dalam berbisnis

Yuk kita sama-sama memperbaiki diri dan cara2 kita berbisnias (muamalah), semoga kita akan selamat baik di dunia maupun di akhirat.

 

Yudhi Gunardi – KSW Jabar