CERITAKU SENDIRI, TIDAK COPAS

0
165

By Danuroso, KSW #16

WA KSW 0811188829

 

Ceritaku…

Selalu ada energi yg terkandung dari cerita2 para peserta Aksi 212…

Selalu tidak bosan membaca kisah kisah epik dari peserta Aksi Bela Islam 3 dari berbagai penjuru tanah air…

Ya Allah… aku juga ingin cerita… Cerita yg sudah kupendam 2 hari ini..

Kami ini orang yg belum bebas karena adanya amanah amanah di pundak Kami, apalagi Senin mau US guru2 belum buat soal, ingin rasanya Kami ke Monas berkumpul bersama teman dan sahabat sahabat  seiman. … Tapi kami belum mampu..

Tapi kami tetap bersemangat untuk terus mencari informasi tentang persiapan teman teman yg akan berangkat ke sana, share berita ke teman tentang berita2 menjelang aksi 212, ingin ikut berbahagia, walaupun jelas tidak sama bahagianya dengan mereka. Ketika ada yg berjalan kaki dari Ciamis, Kami juga bergetar dan ikut bangga bahwa mereka adalah saudara saudara saya seiman…. Ketika Ustadz kami Jumat lalu datang isi kajian rutin utk guru2, Beliau berkata bahwa Beliau dan rombongan akan berangkat ke Jkt naik bis melewati 3 lautan dalam, Kami ikut mendoakan sbg rasa solidaritas yg dalam semoga perjalanannya lancar…

Kemudian giliran Kami, di sini, ada semangat baru ketika ada yg menginisiasi  melakukan aksi serupa di daerah ini. Mulailah rapat dengan segala risiko, rapat ditengah intaian Intel, bahkan ada yg datang ke rumah, sampai ada juga yg di hack hpnya….

Mungkin Allah kasih jalan agar kita bisa merasakan sedikit kebahagiaan yg dilakukan teman teman di Jakarta. ..

Tapi Acara mulai berubah ubah, peserta rapat tidak tetap, ijin Polres sudah dikantongi, tapi Pimpinan Daerah berkata lain, TIDAK ADA PAWAI DI DAERAH INI, sehingga akhirnya cukup dzikir dan doa bersama saja, tapi semuanya masih bersemangat, walaupun ada yg kabur ke ibukota Propinsi karena di sana Boleh Long March

Kami guru guru berencana ingin jalan kaki menuju ke Masjid terbesar di daerah itu, simbol kebanggaan kita…

Kami akan parkir di alun alun kecil kota itu dan berencana berjalan kaki sambil bawa poster2 kecil  yg sudah  di siapkan malam Jumat itu, yg jauhnya tidak lebih dari 1.5 km, tidak sebanding dengan jarak Ciamis – Jakarta. ..

Tapi apa lacur,  seorang saudara kami yg mencintai kam, pagi-pagi menelepon kami, melarang kami utk berjalan kaki, karena itu dianggap membuat aksi sendiri, nanti bisa berakibat buruk terhadap sekolah SMP kami yg masih menunggu keluarnya Surat Ijin Operasional. .

Akhirnya kami ikuti dengan sangat berat dengan terus mohon ampun kpdMu ya Allah…

Guru2 ndak bersemangat datang ke acara Do’a Bersama utk Indonesia Satu, untuk Kebhinekaan begitu bunyi spanduk besar yg terpampang besar2 di dalam masjid.

Mending buat soal US aja katanya, sambil liput berita teman2 di Jakarta.

Inilah cerita kami, Ampunilah kami ya Allah, yg masih cinta gemerlap dunia ini, yang masih tipis iman ini…

Tetap kuatkan iman Kami… sebagaimana iman saudara saudara kita yg telah hadir di Monaz sana…

Aamiin…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here