CERITA DARI SEORANG MANTAN

348

By Yudha, KSW #17 MTR
WA KSW 0811113139

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh

Aku (Yudha) pengalaman kerja di 3 bank cukup besar. Kebetulan bagian collection

Aku sudah kerja sejak 2002 dan 5 tahun terakhir ini sebenarnya sudah mulai merasakan ketidakberkahan dalam hidup. Terutama 8 bulan terakhir setelah mendengar kajian tentang RIBA.

Keluarga sempat berantakan, hubungan dengan orangtua agak renggang, tabungan tidak ada, hutang tidak kelar-kelar, gaji-bonus-thr dll hanya numpang lewat. Bahkan bonus terakhir sampai berlipat-lipat gajipun benar-benar hanya numpang lewat karena ada saja kebutuhan dadakan

Bisa dikatakan kok malah menurun terus kualitas hidup

Dan kebetulan saya bagian Collection, jadi saya tahu berapa sebenarnya hutang nasabah. Disitu hati saya sudah sejak lama merasa tidak nyaman. Sampai rekan kerja sendiri sampai membandingkan bank tidak ada bedanya dengan pinjaman dengan koperasi keliling yang bunganya sangat besar.

Karena sering gelisah saya coba beberapa kali saat saya melakukan proses pengajuan pelunasan, maka saya coba membantu mengajukan pembayaran lebih kecil dari yang nasabah ajukan.

Jadi nasabah masih mendapatkan sisa kelebihan uangnya. Karena setelah saya lihat hutang pokoknya dan perhitungannya, nasabah tidak perlu bayar sebesar itu.

Akan tetapi saya tidak bisa melakukan hal itu terus menerus karena keterbatasan dalam peraturan perusahaan.

Dan notabene hampir semua karyawan bankpun seperti yang diceritakan teman-teman memang selalu difasilitasi hutang-hutang dari bank tempat dia bekerja, sehingga lebih terikat dan saat mau resign harus mengembalikan sisa pinjaman dulu baru bisa keluar. Hal inilah yang menahan saya hingga sekarang belum bisa resign.

Belum lagi hutang-hutang kartu kredit di bank lain. Seperti gelap mata saat mengambilnya dan serasa tidak bisa lunas-lunas sampai bertahun-tahun

Tapi insya Allah saya tetap berusaha dan berdoa sekuat tenaga agar bisa keluar.

Insya Allah akan diberikan jalan keluar, dan keinginan saya untuk berwirausaha dengan berkah dapat terwujud.

Hidup tenang dan berkah itu tujuan saya

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh