CERDAS MENGELOLA UANG Part -3

0
99

Samsul Arifin, KSW #21 Diaspora
WA KSW 0811-113-139

Suatu hari, menjelang maghrib pada Bulan Desember Tahun 2014 yang lalu, saya bersama Pak Musadik Najri, seorang pengusaha dari Lombok, Warga KSW #27 DR memasuki salah satu hotel terbaik di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru Riau. Begitu masuk lobi hotel, seseorang yang berpenampilan necis, sangat perlente, mencegat saya;

“Maaf Pak.. Apa maksud tulisan di t-shirt Bapak itu?”
Pria yang ditangannya menggenggan gadget & tas tangan high-end itu bertanya dengan mimik penasaran, menunjuk ke tulisan pada t-shirt merah yang kami kenakan.

“Ooo… ini komunitas yang kami ikuti Pak. Komunitas para pebisnis, investor dan masyarakat lain yang berkomitment meraih keberkahan dengan mengembangkan harta tanpa riba dan tanpa aqad-aqad bathil lainnya.”
Jawab saya menyambut kesopanannya.

“Boleh kita ngobrol-ngobrol sejenak pak? Kita ke café sambil ngopi”
Pintanya dengan ramah kepada kami.

“Hmmm… Kita di lobi saja ya Pak.. Saya agak terburu-buru karena ada temu pengusaha nanti malam” Jawab saya memenuhi permintaannya.

Kemudian beliau menceritakan bahwa beliau adalah seorang anggota dewan. Sebagai anggota dewan, penghasilan resminya bisa mencapai antara Rp 200 – 300 juta setiap bulan. Akan tetapi, pengeluarannya bulanannya bisa mencapai Rp 500 juta.

Sama seperti kisah expatrian Indonesia di luar negeri yang juga berpenghasilan ratusan juta sebulan, namun pusing memikirkan keuangan, rupanya bapak anggota dewan itu, juga banyak cicilannya. Dan yang juga sangat besar pengeluarannya ternyata bukan kebutuhan hidupnya, tapi gaya hidupnya. Termasuk gaya hidup punya perusahaan yang sebetulnya usahanya tidak memberikan penghasilan, namun memiliki beban besar. Gaya hidup agar disebut pengusaha besar.
Hehehe…

Walhasil, kondisi keuangan seperti itu membuatnya pusing tujuh keliling. Kini terjerat utang yang semakin lama semakin membengkak. Setiap saat, fikirannya dihantui untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Kendati telah mencoba meningkatkan penghasilan dengan membuka usaha bersama sahabat-sahabatnya. Namun usaha yang dirintisnya tidak sesuai harapan, bahkan malah semakin menggerogoti situasi keuangannya.

Pertolongan pertama yang terfikir olehnya adalah berutang. Yang baru disadarinya bahwa utang telah menjerumuskannya setelah saya jelaskan #TabiatBurukUtang seperti pada video di bawah ini >>>

Oh ternyata…
Seseorang yang berpenghasilan ratusan juta, mereka juga pusing terjerat utang. Sesuatu yang secara logika sederhana tidak mungkin mereka para high networth itu terlilit utang. Penampilan kerreen, mobil mewah, kongko-kongko di hotel berbintang.
Koq bisa ya?

Kita bertemu tatap muka yuk.. Kita diskusikan tentang KETAHANAN KEUANGAN dengan tema aplikatif CARA CERDAS KELOLA UANG. Topik mengelola uang ini akan efektif kita sampaikan melalui forum tatap muka, bukan sekedar chatting di We-A.

BaarakALLAAHu lana wa lakum jamii’an..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here