BERSIAP KEMBALI MENJADI BANGSA YANG TAK TERKALAHKAN

187

Bismillaahirrohmaanirrohiim…
Warga Kampoeng SyaREA World dan Warga Kampoeng #MTR yang dirahmati ALLAAH…

Saya lanjutkan lagi pembahsan Adab-adab KSW yang juga menjadi acuan bagi Kampoeng #MTR ya.. Kali ini kita bahas ADAB KE-ENAM KAMPOENG SYAREA WORLD (KSW) yaitu:

WE ARE LIVING AS ISLAMIC SOCIETY
KITA HIDUP DALAM TATANAN KEHIDUPAN MASYARAKAT ISLAMI

Saya sungguh beruntung…
Sejak Tahun 1990 berkesempatan untuk “kesana-kemari” belajar kehidupan Islami. Melintasi kampus-kampus perguruan tinggi, melintasi ormas-ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah dan Persis, serta melintasi harakah seperti Tarbiyah, Hizbut Tahrir, Jama’ah Tabligh dan sahabat-sahabat Salafi.

Dan sampai saat inipun saya masih terus bersahabat dan membina hubungan dengan mereka. Bahkan saya bergabung dengan grup-grup yang penuh warna tersebut. Sungguh Islam itu benar-benar indah. SubhaanALLAAH…

Dari perjalanan “petualangan” itu, saya bersykur bisa memahami bagaimana Rosul tercinta, Kanjeng Nabi Muhammad SAW membentuk tatanan Kehidupan Islami. Seperti apa tatanan itu?

Ternyata tegaknya tata kehidupan Islami sebagaimana yang Rosul bangun itu bertumpu pada tiga pilar sebagai penyokongnya. Pilar apa sajakah?

Tiga pilar itu adalah:

1. Pilar pertama adalah KETAQWAAN INDIVIDU pada Syariat ALLAAH dan RasulNya.
Bahwa setiap anggota masyarakat, masing-masing pribadi menunjukkan ketaatannya kepada perintah-perintah dan larangan-larangan yang telah ALLAAH dan Rosul tetapkan.
Bahwa setiap pribadi selaras antara pemikiran, perasaan dan perbuatannya. Keimanan dan ketaqwaannya tampak pada perilakunya. Ketika lisannya mengaku beriman, perilakunya menunjukkan bahwa ia benar-benar beriman.

2. Pilar ke-dua adalah Pengawasan atau SOCIAL CONTROL dari masyarakat.
Bahwa setiap anggota masyarakat turut aktif melaksanakan perintah ‘amar ma’ruf nahyi munkar. Mereka saling mengajak individu lain untuk selalu taat pada perintah dan larangan, serta mengingatkan ketika ada pelanggaran pada hukum-hukum Syara yang telah ALLAAH tetapkan.
Mereka peduli satu sama lain. Peduli bahwa mereka bersaudara. Mereka adalah satu, yaitu Ummat Islam.

3. Pilar ke-tiga adlah DITERAPKANNYA hukum-HUKUM ISLAM oleh negara (pemerintah).
Tidak cukup hanya individu yang bertaqwa dan masyarakat yang berdakwah, akan tetapi negara (pemerintahan) juga menegakkan aturan-aturan Islam pada setiap aspek kehidupan seperti ideology, politik, sosial, ekonomi, pertahanan dan keamaan.

Anda bisa bayangkan seperti apa hasilnya pilar-pilar itu ketika ditegakkan?

Ya.. sejarah telah membuktikan. Bahwa dengan penerapan tiga pilar tersebut, dari segelintir orang yang dibina di Baitul Arqam, kemudian berhasil membentuk tatanan kehidupan di Madinah, lalu menjelma menjadi ummat terbesar yang mengusai ¾ belahan dunia.

Ummat Islam menjadi pemimpin peradaban yang terbukti paling menyejahterakan dan paling lama bertahan dibanding peradaban-pradaban sosialis yang sudah terkubur dan peradaban kapitalis yang sedang sempoyongan pada usianya yang baru lewat 1 abad. Sedangkan Islam mampu bertahan hampir 14 abad lamanya.

Warga Kampoeng SyaREA dan MTR yang dirahmati ALLAAH.. Dari penjelasan tiga pilar di atas, sudah tahu mengapa Islam yang agung, indah dan sempurna itu sekarang terpinggirkan?

Ya, betul! Islam dan Kaum Muslimin terpinggirkan karena runtuhnya tiga (3) pilar itu, yaitu, saat ini:

1. Individu muslimnya sangat sedikit yang berpegang teguh pada ketaqwaannya kepada ALLAAH SWT dan RasulNya.

2. Masyarakat Islamnya sudah sibuk memikirkan urusannya masing-masing. Tidak peduli lagi pada kemungkaran yang jelas-jelas terjadi di depan hidungnya. Mereka enggan untuk mengajak saudara-saudaranya untuk taat melaksanakan perintah ALLAAH dan RasulNya.

3. Negara, pemerintahnya? Jangan ditanya lagi, bahwa sejak Tanggal 3 Maret 1924, ketika Kemal atTaturk, laknatullaah, meruntuhkan Kehidupan Masyarakat Islam terakhir, Khilafah Islaamiyah, sampai saai ini, belum ada satupun pemerintah yang benar-benar menegakkan hukum-hukum Islam itu.

Anda bisa lihat, rasakan dan dengar sendiri kan hasilnya?  Islam dan kaum Muslimin menjadi bulan-bulanan para kafiruun dan munaafikuun.  Apakah Anda rela kondisi keterpurukan ini terus berlangsung?

Apakah Anda ingin Islam kembali tegak? Jika Ya! Mari kira bersiap-siap menyongsong kebangkitan Islam yang telah ALLAAH dan Rosul janjikan sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Budi Ashari pada video berikut ini:

Lalu.. Apa kaitan TIGA PILAR TEGAKnya ISLAM itu dengan Warga KSW atau Warga K-MTR?

Mari kita perhatikan contoh perilaku masyarakat yang tidak Islami adalah pelanggaran Adab-adab KSW yang dilakukan oleh sejumlah Warga KSW sendiri. Padahal Adab-adab KSW secara periodic kami posting dan sebelum masuk KSW, warga baru telah menuliskan pernyataan untuk taat adab.

Pelanggaran dilakukan mulali dari copas, sampai memposting promosi atau ajakan tanpa ijin. Ketika kami remove, beberapa diantara mereka menjapri, memprotes kami. Alasannya:

“Postingan saya kan bermanfaat? Koq diremove?”

Begitu sebagian kata-kata “protes halus” mereka. Kendati ada juga kata-katanya yang bikin pedas di mata. Hehehe..

Hiks.. hiks.. hiks..

Selain mudah melanggar aturan, pemikiran yang berbahaya adalah menjadikan manfaat atau mafsadat sebagai landasan untuk bertindak. Selama ada manfaatnya, tidak mengapa dilakukan, walaupun melanggar aturan. Kenapa pemikiran ini berbahaya?

Karena pemikiran itu bertentangan dengan kaidah USHUL FIQH yang berbunyi:

Hayzu maa yaakunus syar’u, takuunul maslahah.  Ketika ada HUKUM SYARA’ di situ ada maslahat (kebaikan).

Jadi yang benar adalah ketika hukum syara’, ALLAAH SWT dan RosulNya menetapkan sesuatu pastilah ada kebaikan padanya. Ikutilah peraturan, pasti ada manfaatnya.

Bukan dibalik, dimana ada maslahat atau manfaat atau kebaikan, maka boleh kita melakukannya.
Karena ada manfaat pada daging babi, apakah kita boleh menternakkannya? Memperjual belikannya? Dan memakannya?

Ada manfaat pada khamr, minuman keras. Apakah lantas kita boleh membangun pabrik untuk membuka lapangan kerja, mengatasi pengangguran? Apakah kita boleh memperjualbelikannya untuk menghidupkan roda perekonomian? Apakah kita boleh meminumnya untuk menghangatkan badan ketidak berada di pegunungan?

Pertanda apakah ini? Apakah ini gambaran konsisi Ummat di dunia nyata sana? Apakah sudah sedemikian parahnya mental dan kemampuan berfikir Ummat saat ini?

Warga terbiasa melanggar sesuatu yang telah mereka nyatakan sendiri sebelumnya. Tidak mengindahkan pengumuman atau rules yang sudah berulang kali disampaikan.

It’s okelah jika demikian gambaran Ummat saat ini. Mudah-mudahan KSW ini bisa menjadi wadah latihan bagi kita semua untuk menjadi UMMAT TERBAIK yang menjadi teladan bagi kehidupan manusia di muka bumi ini.

Agar lebih jelas..
Ada manfaat pada riba, asuransi, mlm, koperasi dan aqad-aqad bathil lainnya. Warga KSW pasti sudah pernah merasakan manfaat itu. Namun, kendati transaksi-transaksi bathil itu bermanfaat, apakah Anda masih tetap akan melakukannya?

Hmmm….

Oleh karena itu, di Kampoeng SyaREA World ini, saya mengajak para warga semuanya untuk berlatih menghidupkan kembali Tatanan Tehidupan Islami itu. Dengan menegakkan Adab ke-enam Kampoeng SyaREA World, yaitu; WE ARE LIVING AS ISLAMIC SOCIETY.

Adab ke-enam Kampoeng SyaREA World dan Kampoeng MTR adalah WE ARE LIVING AS ISLAMIC SOCIETY.  Mari kita bersama-sama belajar menegakkan tiga pilar Kehidupan Islam itu, yaitu:

1. Sebagai pribadi, saya sangat berharap kita semua taat pada Adab-adab Kampoeng SyaREA World yang telah berulang-ulang kami sampaikan.

2. Sebagai Warga Kampoeng SyaREA World, saya meminta dengan hormat agar kita semua saling mengingatkan sesama warga untuk melaksanakan dan taat kepada Adab-adab Kampeng SyaREA World. Silakan tegur langsung ketika ada warga yang melanggar Adab-adab KSW. Mohon bantu laporkan juga kepada kami, agar kami bisa mengambil tindakan semestinya.

3. Harap difahami, bahwa kami akan mengambil tindakan sebagai konsekuensi ketika ada warga yang melanggar adab-adab tersebut.

Saya sangat berharap kita semua siap belajar menegakkan kembali Tatanan Kehdupan Masyarakat Islami itu bersama-sama mulai dari Kampoeng SyaREA World atau Kampoeng #MTR ini. Saya terus berdoa agar kita semua bisa mennjadi ajang latihan untuk membangun kepribadian Islam pada diri kita.

Ada pendapat? Silakan..  Terutama ketika kita dihadapkan pada kenyataan Ummat Islam yang sekarang dinistakan oleh musuh-musuhnya ini..

BaarakALLAAHu lana wa lakum..

Samsul Arifin SBC
Founder SyaREA World
The 1st Syariah Business Coaching Firm in The World