BERLELAH-LELAH MENDIDIK ANAK, DEMI APA?

215

BERLELAH-LELAH MENDIDIK ANAK, DEMI APA?
BY Hana Ummu Dzakiy
12/1/2018

Sebenarnya apa sih tujuan kita mendidik anak? Agar anak kita terlihat baik di depan orang lain? Agar dipuji mertua dan orangtua? Kalau ngejar poin itu, capek banget lho.

Lain cerita, suasana, serta semangatnya kalau kita mendidik anak itu agar sesuai dengan maunya Allah. Nah, biar sesuai maunya Allah, kita tanya dulu ke Allah. Ternyata maunya Allah itu kita mendidik anak kita agar menjadi Abdullah. Hamba Allah yang patuh, nurut, dan tidak membantah kepada Allah.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu” (QS Adz Dzariyat: 56)

Fokus tujuan kita mendidik anak adalah menjadikannya hamba yang taat kepada Allah. Bukan untuk menjadi juara kelas, juara olimpiade, mendapatkan pekerjaan. Maka, carilah sekolah yang fokusnya menjadikan anak kita hamba yang taat kepada Allah. Atau berhomeschooling dengan tujuan untuk mendidik anak menjadi taat.

Sayangnya hanya sedikit dari kita yang mencemaskan akidah anaknya. Lebih sering kita mencemaskan ’apa yang kalian makan sepeninggalku?’ sehingga yang terpikir adalah, mendidik anak untuk kaya, bisa dapat pekerjaan. Sementara tak mencemaskan sedikit pun ketika anaknya tidak sholat. Tidak resah ketika anaknya memiliki rumah dengan cara riba. Merasa baik-baik saja saat aqidah anaknya dicuci dengan racun sekulerisme beserta turunannya. Sehingga orientasi generasi bergeser. Tak lagi menyembah Allah tapi menyembah harta, jabatan, pekerjaan.

Nabi Yakup, di penghujung jatah hidupnya. Bertanya kepada anak-anaknya. Apa yang kalian sembah sepeninggalku? inilah yang dicemaskan beliau. Apakah akidah anak tetap terjaga sepeninggal ayahnya? Orang selevel nabi Yakup saja masih mencemaskan perihal sesembahan anaknya kelak. Lalu bagaimana dengan kita? Nabi bukan, kekasih Allah juga bukan. Tapi dengan santainya kita tidak mengkhawatirkan apa yang disembah anak-anak kita sepeninggal kita.

Ayah Ibu, rezeki anak sudah dijamin oleh Allah. Tapi tidak ada jaminan tentang keimanannya. Ahsannya, kita mendidik anak lebih fokus untuk menanamkan keimanan. Menjadi hamba Allah yang taat beribadah. Kita bangun pondasi jiwa anak dengan bata-bata aqidah yang kokoh. Sebagai mana tradisi para orang tua bijak yang dikisahkan dalam Al-Qur’an.

Sulitkah mendidik anak agar menjadi hamba yang taat? Sebenarnya tidak. Fitrahnya manusia itu lahir dengan keimanan. Bukankah sebelum bayi.lahir ke dunia dimintai persaksiannya oleh Allah? Hal ini tertulis dalam QS Al A’raaf Ayat 172 tentang Syahadatnya jiwa manusia sebelum ke alam dunia.

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keEsaan Tuhan)”. (QS. Al A’raaf, 7 : 172)

Ayah Ibu, maka bantulah anak kita untuk memenuhi janjinya itu. Jadikan ia hamba Allah yang berjalan di muka bumi dengan sebenar-benar iman. Bukan asal mengaku beriman.

Kita harus segera bergerak untuk membantu anak kita menjadi hamba yang beriman. Selagi kita dan anak kita masih hidup di dunia. Sebab, kelak akan datang masa di mana seorang bapak tidak dapat menolong anaknya.

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (QS Luqman: 33)

====================================
Ingin tau bagaimana Cara mendidik anak sesuai AlQuran?

Penasaran?

Bagaimana Qur’an membahas tuntas tentang pendidikan anak?

Temukan penjelasannya yang AMAZING dalam AL-QUR’AN terkait Pendidikan Anak di event SmartParent Institute:

“Membuat Peta Jalan Sukses Dunia Akhirat Bagi Orang Tua dan Anak Berdasarkan Alqur’an” bersama Dui Nasheer (Founder SmartParent Institute)

Sabtu, 13 Januari 2018
Waktu : 08.00-21.00 WIB
Tempat: Hotel Pangeran, Pekanbaru.

Untuk info dan pendaftaran hubungi:

Ummu Habib: 081268507774
Kak Lira: 081266804287
Ummu khansa: 085355488722
Alfi: 085274950854

Didukung Oleh :
Kampung SyaREA World
#Masyarakat Tanpa Riba
Taruna Stadthaus