FiFa Bizz Syariah Group, [12.12.16 09:29]
Hadits Nabi Saw:
لَعَنَ آكِلَ الرِّبَا وَمُوْكِلَهُ وَشَاهِدِيهِ وَكَاتِبَهُ.
Allah SWT melaknat pemakan riba (pihak Bank/Finance/Koperasi/Rentener), pemberi riba (pihak Nasabah/Customer), dua orang saksi dan penulisnya [Hadits Hasan Riwayat Imam Ibnu Majah Rh dari jalur Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud Ra dalam Kitab As-Sunan Juz 3 Halaman 381].
Hadits ini menyebut secara sharih/jelas ada 4 golongan yang dilaknat oleh Allah SWT dan Rasul Saw.

Hadits Nabi Saw:
عشرة: آكل الربا، وموكله وكاتبه، وشاهديه، والحالَّ، والمحلَّل له، ومانع الصدقة، والواشمة، والمستوشمة.
Ada sepuluh (golongan yang dilaknat Allah SWT): pemakan riba , pemberi riba, penulisnya, dua orang saksi, penasihat, analis, debcol, appriasal, dan suveyor [Hadits Dha’if Riwayat Imam Ahmad bin Hanbal Rh dari jalur Shahabat ‘Aliy bin Abi Thalib Ra dalam Kitab Al-Musnad Juz 1 Halaman 419].
Meski hadits ini statusnya dha’if/lemah namun dikuatkan oleh banyak hadits yang lain yang semakna dalam Kitab yang sama Juz 4 Halaman 70 hadits nomor 3881 dan Juz 4 Halaman 203 hadits nomor 4283.
Jadi hadits Riwayat Imam Ahmad bin Hanbal Rh yang menegaskan ada sepuluh golongan yang dilaknat (dapat dosa) karena terlibat riba, bisa dipakai sebagai hujjah/argumentasi dalil dalam Hukum Syara’.
Dan menurut Qa’idah Musthalahul-Hadits ketika status hadits yang dha’if dikuatkan maknanya maupun matan/redaksinya oleh hadits lain yang statusnya Shahih maka derajat dha’ifnya menjadi Hasan li-ghayrihi (diperbaiki oleh yang lain).

Tahqiqul-manath (riset fakta) saat ini dari hadits sepuluh golongan yang dilaknat/berdosa karena terlibat aktivitas riba dalam hadits di atas maka bisa kita simpulkan sebagai berikut:
1. Golongan pemakan riba (riba qardhun dan riba nafi’ah) dari transaksi nuqud (matauang) meliputi Managemen+Pemilik+Investor dari pihak Bank/Finance/Koperasi/Rentener maupun semua pemakan ribawi (riba fadhl dan riba nasi’ah) dari transaksi 6 macam barang ribawi (emas, perak, gandum, kurma, bur dan garam).
2. Golongan pemberi riba meliputi semua pihak Nasabah/Customer dari Bank/Finance/Koperasi/Rentener (riba qardhun dan riba nafi’ah) maupun pemberi ribawi (riba fadhl dan riba nasi’ah) dari transaksi 6 barang ribawi.
3. Golongan para penulis/pencatat (semua staff admin/teller/CS/AO) dari pihak internal Bank/Finance/Koperasi/Rentener.
4. Golongan para saksi dari pihak pertama pemakan riba.
5. Golongan para saksi dari pihak kedua pemberi riba.
6. Golongan penasihat semisal pemberi fatwa/hukum riba halal.
7. Golongan analis semisal konsultan/coach jaring Nasabah dan tingkatkan omzet riba.
8. Golongan debcol=debt-collector meliputi penagih internal maupun excol=external collector.
9. Golongan appriasal pentaksir nilai barang maupun nilai uang yang hendak disepakati transaksi riba.
10. Golongan surveyor pihak pemakan riba.

Berdasarkan paparan sepuluh golongan di atas, InsyaAllah, para pekerja di Bank/Finanece/Koperasi semisal:
1. Cleaning service (baik yang internal maupun yang outsourcing) makruh.
2. Security service (baik yang internal maupun yang outsourcing) makruh.
3. Maintenance Repairing semisal tukang cat, tukang bangunan, kuli, termasuk developer property gedung Bank/Finance/Koperasi/Rentener, makruh.
4. EO acara gebyar maupun EO pembuatan brosur/spanduk Bank/Finance/Koperasi yang outsourcing hukumnya makruh.
Silakan warga MTR #01 Jember untuk menambahkan atau mengoreksi artikel Syar’iy di atas.

Demikian persembahan dari sy yang masih faqir ilmu dan semoga bermanfaat.
Yaa Allah sy telah sampaikan maka saksikanlah.

Jember, 12 Desember 2016
[Muhammad Abdul-Qadim Muhtadi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here